Promosi Album 'AWAKENING', Revenge The Fate Gelar Tur ke Singapura & Jepang

Jum'at, 05 April 2019 20:22  | 

Deadsquad



Revenge The Fate © dok. Pribadi

Kapanlagi.com - Band deathcore asal Bandung, Revenge The Fate (RTF) akan kembali menyambangi dua negara Asia, setelah sukses dengan turnya di Malaysia tahun lalu. Bertajuk Revenge The Fate Awakening Asia Tour 2019, mereka akan menyapa para fansnya yang ada di Singapura dan Jepang.

Tur tahun ini berawal dari obrolan bersama gitaris Deadsquad, Stevie Item. mereka ingin berpartisipasi dalam Everloud #3 Jepang pada 20 April 2019. Dari situ, Stevie dan Tomoki dari Kandarivas (band Grindcore asal Jepang) justru menjadwalkan tur Jepang untuk promosi album terbaru RTF, AWAKENING.

"Karena timeline untuk tur di Jepang sudah keluar terlebih dahulu maka kami mencocokkan untuk jadwal show di Singapura menjadi sebelum kami berangkat ke Jepang," ungkap Dika, manager RTF.

 

1. Siapkan Mental & Fisik

Tur Revenge The Fate Awakening Asia Tour 2019 akan dimulai di The Decline Singapore (16/4), lalu berlanjut ke Eveloud 3 Wildside Tokyo Japan (20/4), Antiknock Tokyo Japan (22/4), Pitbar Tokyo Japan (23/4), Cyclobe Shibuya Japan (25/4), Mescalin Drive Shizouka Japan (26/4), dan El Puente Yokohama Japan (27/4). Melihat jadwal yang padat, RTF pun melakukan banyak persiapan, terutama mental dan fisik untuk tampil maksimal di tiap penampilannya.

"Pertama urusan administrasi karena ini pertama kali nya kami berangkat ke Singapura dan Jepang. Kedua, lebih ke kesiapan mental kami dan fisik karena ini rangkaian tur yang cukup panjang dan pastinya melelahkan. Selain itu kami terus berlatih intens untuk memberikan yang terbaik pada saat perform di tur nanti," terang Dika.

2. Jalin Relasi di Singapura & Jepang

Selain untuk memperkenalkan album barunya, Dika melihat tur ini sebagai peluang melebarkan sayap musik mereka. Tak menutup kemungkinan, ke depannya band yang digawangi Anggi (vokal), Gery (gitar), Mow (gitar), Sona (bass), dan Zacky (drum) bakal melepas karya-karya mereka di Singapura dan Jepang yang memiliki pecinta musik deathcore cukup besar.

"Tur ini bisa membuka relasi baik dengan band, label, promotor dan berbagai pihak terkait, juga potensi kemungkinan pendistribusian karya kami di negara negara tersebut. Sehingga karya kami bisa diterima dan dinikmati oleh pecinta musik deathcore di sana," kata Dika.

Kesempatan ini juga bakal dimanfaatkan RTF untuk membuat konten video atau bahkan video klip untuk singlenya. Namun, tak lupa RTF bakal mencuri banyak ilmu, khususnya soal kultur dan ekosistem musik di Singapura dan Jepang.

"Kami sangat tertarik mempelajari kultur scene musik di sana baik untuk musik ekstrem ataupun ekosistem musiknya secara umum," pungkasnya.

JANGAN LEWATKAN!

Demi Album Perdana, Ryo Domara Tinggalkan Ego dan Rela Dipingit

Regina Ivanova Merilis Single Terbaru Berjudul 'Selamanya'

Rilis Mini Album 'TENSION UP!' Shojo Complex Gabungkan Bahasa Indonesia & Jepang

Masuki Tahun 2019 ANIMA Kembali Dengan Single Baru 'Selalu Untukmu'

Setahun Viral, Nagaswara Rilis Album Siti Badriah LAGI SYANTIK THE ALBUM

(kpl/pur/sry)