Penyanyi Indonesia Ini Dulunya Pengamen

Sabtu, 13 September 2014 09:01  | 

Aris Idol



Ilustrasi


Kapanlagi.com - Tak pernah tahu kapan keberuntungan akan datang untuk mengubah nasib seseorang. Penyanyi ini seakan mendapat durian runtuh di mana nasib mereka berubah drastis.

Jauh sebelum terkenal seperti saat ini, mereka adalah pengamen jalanan. Mereka memiliki jam terbang tinggi dari satu bus ke bus yang lain atau dari satu rumah ke rumah untuk mengharapkan sepeser uang sebagai penyambung hidup.

Sebuah keberuntungan yang membawa mereka menuju ke puncak popularitas. Sebuah kontrak rekaman pun ditawarkan kepada mereka dan tak berapa lama mereka menjadi penyanyi terkenal.

Siapa saja mereka dan seperti apa kisahnya? Simak berikut ini. (kpl/faj)

1. Aris Idol

Sebelum mengikuti Indonesian Idol, Aris adalah pengamen sebagai pengamen di kereta listrik Jabotabek dan Terminal Kampung Melayu. Aris mulai mengamen sekitar pukul 1 siang dan baru pulang pukul 9 malam.

Merasa Indonesian Idol bisa mengubah nasibnya, Aris pun mendaftarkan diri. Namun rencana Aris tak direstui oleh istrinya yang khawatir Aris akan menikah lagi.

Impian Aris pun terkabulkan, dia menjadi pemenang Indonesian Idol Musik kelima tahun 2008. Penyanyi yang memiliki julukan si bibir menceng ini juga telah merilis album berjudul AJARI AKU.

2. Klantink

Klantink tak pernah menyangka bahwa kehidupannya kelak bakal berubah. Musik unik yang mereka usung akan diapresiasi dan menjadi penopang hidup keluarga.

Kelima pria ini dulunya adalah pengamen jalanan di terminal Joyoboyo, Surabaya. Iseng mereka mengikuti Indonesia Mencari Bakat dan sukses mencuri perhatian para juri. Perlahan-lahan, Klantink pun masuk dalam 10 besar dan bersaing dengan kontestan lainnya.

Sayangnya langkah mereka harus terhenti di 4 besar, namun hal itu tak menutup jalan mereka menjadi sukses. Keunikan musik yang mereka usung membuat mereka diterima di masyarakat dan sering diundang di berbagai acara.

3. Tegar

Suaranya yang mendayu-dayu merdu membuat seseorang memvideokan dirinya ketika bernyanyi. Nama Tegar pun ramai dibicarakan di jejaring sosial dan membuat seorang pencari bakat penasaran dengan sosok Tegar.

Perubahan nasib Tegar hampir mirip dengan Justin Bieber. Mereka sama-sama pengamen jalanan dan populer berkat postingan Youtube.

Perceraian orang tuanya membuat Tegar harus berhenti sekolah untuk membantu biaya hidup Ibunya. Dia memutuskan untuk menjadi pengamen yang ia pelajari secara otodidak. Dia memiliki sebuah bakat yang luar biasa yang kini berhasil menaikkan derajat kehidupan orang tuanya.

4. Mbah Surip

Siapa yang masih ingat dengan penyanyi Tak Gendong ini? Yup Mbah Surip memang sudah tiada, namun karyanya masih didengarkan hingga kini.

Kehidupan masa kecilnya tergolong sulit karena dia harus bekerja membantu orang tuanya yang berjualan kikil sejak kecil. Dia sempat bekerja sebagai pedagang asongan, seperti menjual es lilin dan kacang goreng keliling kampungnya. Pun begitu dia tetap menyelesaikan studinya hingga Universitas.

Lagu Tak Gendong dan Bangun Tidur mengantarkan dia pada pintu popularitas. Sayangnya hal itu tak berlangsung lama, karena dia dikabarkan meninggal akibat gagal jantung.

5. Iwan Fals

Keinginan menjadi penyanyi sudah bulat dalam benak Iwan Fals. Untuk mengasah kepiawaian serta mentalnya, dia pun menjadi pengamen di Bandung.

Pemilik nama lengkap Virgiawan Listanto pun mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial agar bisa menciptakan lirik lagu. Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya. Sayangnya album tersebut gagal di pasar dan membuat dia kembali mengamen.

Namun Iwan Fals bukan tipe yang gampang menyerah. Dia tetap mereka beberapa lagu dan hingga akhirnya album Sarjana Muda mengantarkan suksesnya hingga seperti saat ini.

6. Didi Kempot

Putus SMA, Didi Kempot menjual sepeda pemberian Ayahnya untuk membeli gitar. Dari situ dia pun mulai mengarang lagu dan mengamen dari rumah ke rumah.

Ditolak diusir hingga dikejar anjing menjadi santapan sehari-hari Didi Kempot. Namun tekadnya untuk menghibur orang tak pernah padam. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk merekam lagu ciptaannya dan meledak hingga ke Suriname.

Didi Kempot menjadi panutan pengamen di Solo. Dia sempat memberikan petuah kepada pengamen untuk menyanyi karena kecintaan akan lagu bukan karena uang semata. Dia juga mengajak pengamen untuk mengasah kemampuan mencipta lagu.

7. Gombloh

Gombloh adalah legenda pencipta lagu balada sejati dengan karya-karyanya yang masih bisa dinikmati hingga kini. Siapa yang tak kenal dengan lagu-lagu Berita Cuaca, Kebyar-Kebyar dan lainnya.

Gombloh memilih kabur dari rumah setelah berselisih dengan orang tuanya yang menginginkan dia melanjutkan kuliah. Dia pun pergi ke Bali dan menjadi seniman di sana hingga mengantarkan karirnya sebagai penyanyi profesional setara dengan Iwan Fals, Ebiet G Ade dan lainnya.

Karya Gombloh terkenal dengan lagu-lagunya yang bertemakan nasionalisme. Namun Gombloh pun mengendurkan idealismenya dan menyanyikan lagu yang lebih populer. Kehidupan hedon yang dijalaninya membawa pada penyakit yang kelak merenggutnya.

(kpl/faj)