Lewat Album This Is Not Jazz, Marcell Siahaan Kenalkan Musik Jazz di Era Milenials

Senin, 24 September 2018 16:22  | 

Marcell Siahaan



Marcell © Kapanlagi/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Marcell Siahaan baru saja merilis album ketujuh bertajuk This Is Not Jazz. Terdapat sembilan lagu yang masuk di album This Is Not Jazz ini. Sembilan lagu itu, Marcell mengaransemen ulang lagu-lagu jazz yang pernah populer dari tahun 70-an hingga 90-an.

Marcell mempunyai alasan lebih memilih mengaransemen ulang lagu-lagu jazz. Pelantun lagu Semusim itu ingin mengenalkan lagu-lagu jazz yang pernah populer tahun 70-an sampai 90-an di era milenials.

"Membawakan ulang lagu itu sebuah tanggung jawab, ketika dalam kontek lagu-lagu tersebut dengan format jazz. Ini tantangan dan tanggung jawab sendiri. Ini seperti saya kenalkan lagu jazz ke jaman now. Mungkin ada yang belum mengenal lagu jazz, atau belum mengenal saya dengan menyanyikan musik jazz," kata Marcell di Hotel Fermont, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018).

(kpl/far/frs)

1. Punya Cerita Tersendiri

Bagi Marcell, lagu-lagu yang terdapat di album This Is Not Jazz ini mempunyai cerita tersendiri. Misalnya Marcell mengaransemen lagu Coldplay, Adventure Of A Lifetime. Ketertarikan Marcell dengan lagu Adventure Of A Lifetime karena sang anak sangat menyukai lagu tersebut.

"Adventure Of A Lifetime itu lagunya Coldplay. Itu lagu yang disukai anak saya karena lihat video klipnya, yang ada kera-kera gitu," katanya.

Lalu, lagu Rozana milik Amy Search dan Putri Remaja. Dua lagu itu juga mempunyai cerita sendiri bagi Marcell. Lagu Putri Remaja masuk ke abum This Is Not Jazz, atas ide dari sang mertua. Selain mertua, sang istri juga meminta agar lagu Rozana milik penyanyi Amy Search masuk ke dalam album This Is Not Jazz.

2. Tak Dipersulit Hak Cipta

"Putri Remaja adalah hasil dari diskusi dengan mertua saya. Waktu itu kita lagi nyanyi-nyanyi, ngobrol-ngobrol sampai ibu mertua saya bilang 'ada lagu bagus tahun 1957'. Saya cek ternyata ada. Termasuk lagu Rozana, kalo itu hasil diskusi dari istri saya," katanya.

Mengenai izin dengan hak cipta, Marcell tidak terlalu dipersulit. VMC Musik Entertainmet, label yang menaungi Marcell sangat mudah melakukan proses izin. Kurang lebih dalam waktu dua Minggu, proses izin langsung selesai.

"Nah VMC label saya sangat memudahkan proses ini, ketika album udah beres seminggu, dua minggu izin juga udah beres. Mungkin karena kedekatan publishing. Mungkin juga lagu-lagu yang masuk dalam kategori yang mudah diurus. Karena publishingnya sudah jelas mungkin keterikatan kontrak sudah jelas. Label saya mudah sekali mendekatkan diri kepada publsing-publishing supaya lagu itu bisa dibawakan ke saya," tutup Marcell.

(kpl/far/frs)