Lama Tak Terdengar, Kini Nama Chossy Pratama Muncul Kembali

Natanael Sepaya  |  Minggu, 27 Desember 2015 05:30
Lama Tak Terdengar, Kini Nama Chossy Pratama Muncul Kembali
Chossy Pratama © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Nama Chossy Pratama dikenal sebagai pencipta lagu handal di era-90an. Tak hanya meledak di pasaran, lagu-lagunya pun digunakan sebagai theme song dari beberapa sinetron dan layar lebar terkenal seperti Si Manis Jembatan Ancol yang dinyanyikan Dewi Gita dan Tersanjung yang dinyanyikan Retno Susanti.

Kesuksesan Chossy menciptakan lagu-lagu yang dijadikan theme song sinetron menurutnya karena ada beberapa faktor. Ia pun kemudian membandingkan theme song sinetron di era-90an dan saat ini.

"Harusnya dulu dan sekarang sama aja. Tapi kalau ditanya bedanya theme song sinetron dulu dan sekarang adalah kalau dulu theme song dibuat karena cerita sinetronnya. Tapi kalau sekarang mungkin lebih komersil. Cerita dan benang merah sudah dibuat baru diambil lagu-lagu yang sudah jadi," ungkap Chossy saat ditemui di Padang, Sumatera Barat belum lama ini.

Sempat hits pada tahun 90an, kini Chossy Pratama siap kembali sebagai pencipta lagu di era musik modern saat ini © KapanLagi.com/Mathias PurwantoSempat hits pada tahun 90an, kini Chossy Pratama siap kembali sebagai pencipta lagu di era musik modern saat ini © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Kini, nama Chossy mulai berkumandang lagi di industri musik Indonesia. Ia menciptakan sebuah lagu berjudul Masih Adakah Cinta (MAC) untuk Esal Revano, salah satu artis binaan Tata Liem. Perkenalannya dengan Tata Liem dan Ozy Syahputra 25 tahun lalu itu kemudian menjadi awal kerja sama Chossy dengan Esal.

"Saya lihat Tata serius garap production dan dia kasih saya penyanyi pendatang baru dari Toraja, Esal Revano. Dia masih polos, masih bagus suaranya. Lalu saya gatel mau nulis lagu lagi. Kebetulan Esal jatuh cinta sama lagunya ya dikerjain dengan baik dan total. Soal berhasil atau gak berhasil itu diatur di atas, yang penting tuntas," terang Chossy.

Chossy pun mengaku kagum dengan performa yang ditunjukkan Esal. Terlebih saat mengisi acara Dies Natalis Institut Seni Indonesia (ISI) di Padang Panjang. Bahkan, ia tidak segan memberikan apresiasi terhadap Esal yang masih terbilang baru di Industri musik Indonesia.

(kpl/pur/ntn)


Lihat Arsip Musik

- - -