CLOSE

Jadi ‘Ibu’ Dari Team T Baru JKT48, Begini Perjuangan Melody

Melody JKT48 © KapanLagi.com/Djoko Poerwanto

Kapanlagi.com - Peran dari Melody Nurramdhani cukup sentral dalam formasi Tim T setelah re-shuffle. Selain menjadi anggota dari Tim J, dia dipilih sebagai kapten untuk membimbing generasi 4 dan generasi 5 yang masuk sebagai anggota Tim T.

Banyak sekali hal yang perjuangan yang harus dilakukan Melody ketika harus berada di posisi yang pernah ditempati oleh Haruka Nakagawa tersebut. Salah satunya adalah ketika nasehat Melody gak digubris.

Bukan itu saja Melody mengatakan bahwa para fresh facesini masih bandel, cerewet dan susah diatur. Namun, untungnya cewek yang baru selesaikan study S-1nya ini masih melihat bahwa hal tersebut wajar adanya.

"Kan mereka ini memang masih pada kecil dan emang masa-masanya masih bandel untuk mencari jati diri, jadi kalau dikasih tahu itu sering nggak nurut. Seperti dikasih tahu (kalau salah) tapi sering nggak mengakui. Tapi namanya anak-anak jadi wajar, tapi (yang penting) dari kita selalu ngingetin terus (kalau) yang dikasih tahu (tadi) itu jangan dilupain yah dan ya lama kelamaan mereka akhirnya juga nurut,” papar Melody saat ditemui setelah pertunjukan Renai Kinshi Jourei di Theater FX Mall Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (7/12).

Menjadi kapten dari Tim T, Melody JKT48 mendapatkan tantangan © KapanLagi.com/Djoko PoerwantoMenjadi kapten dari Tim T, Melody JKT48 mendapatkan tantangan © KapanLagi.com/Djoko Poerwanto

“Mungkin karena mereka baru (mereka) jadi kayak misalnya kita lagi latihan kan ada waktu istirahat minum terus ada komando suruh kumpul terus mereka jalan (slow) gitu. Kalau kita kan (yang senior) biasanya ada aba-aba suruh cepet kan lari gitu kan, mungkin masih dari hal-hal yang sepele aja seperti ini,” lanjut Melody.

Bukan hanya itu, Melody juga mengurusi jadwal makan untuk para adik-adiknya ini. Baginya ini adalah salah satu hal yang penting untuk menjadi member JKT48 yang mungkin lama kelamaan akan terasa sendiri pada masing-masing anggota.

“Kemudian kalau nggak laper itu susah disuruh makan, jadi kita kayak sudah nyediain makanan gitu ya, jadi anak-anak itu kalau makan suka sisa gitu, suka nggak habis. Jadi suka marahin juga kan karena susah banget makannya. Jadi mereka belum begitu peduli makan yang baik dan dibutuhkan itu bagaimana” pungkas cewek kelahiran Bandung ini.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

(kpl/otx)

Rekomendasi

Trending