Gelar Bedah Musik, Cara BPIP Sosialisai Nilai Pancasila

Rabu, 30 November 2022 18:17


BPIP Gelar Bedah Musik (Credit: Istimewa)


Kapanlagi.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) akan kembali menggelar kegiatan Bedah Musik Kebangsaan yang rencananya akan dihelat di Universitas Brawijaya Malang pada Selasa (29/11).

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di 6 wilayah, yakni Jakarta, Malang, Bali, Manado, Mataram, dan Asahan. Di kota Malang yang menjadi lokasi kedua dari rangkaian kegiatan tersebut akan berfokus menyosialisasikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila lewat musik kepada anak muda.

Tentu ada sejumlah narasumber dalam diskusi tersebut seperti anggota Komis 2 DPR RI Aminurrokhman, Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila Irene Camelyn Sinaga, Kepala UPT Pengembangan Kepribadian Mahasiswa Universitas Brawijaya Dr. Mohamad Anas, serta musisi Conrad GV dan dipandu moderator akademisi UB Dr. Riyanto.

"Jadi terobosan dan modifikasi dari BPIP ini sudah sangat tepat, sebagai suatu pola yang cukup unik untuk mentransformasikan nilai-nilai Pancasila secara natural," tulis Aminurrokhman seperti rilis yang diterima kapanlagi.com.

"Sehingga saya berharap BPIP semakin intens menyosialisasikan ke lingkungan akademik mengingat para mahasiswa adalah generasi masa depan bangsa," lanjutnya.

1. Cara Baru

Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP M Akbar Hadi Prabowo mengatakan kalau bedah musik kebangsaan ini juga sudah digelar di sejumlah perguruan tinggi dan UB adalah tempat yang ke-8. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi Pancasila harus dilakukan dengan cara baru.

"Seperti yang dikatakan Presiden Jokowi, sosialisasi ini bisa lewat cara terkini, baik itu musik, animasi, olahraga dan kuliner, sesuai dengan kekininan kaum milenial," ungkapnya.

2. Penumbuh Ekosistem

Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila Irene Camelyn Sinaga berharap acara yang digelar di sejumlah kampus bisa menjadi penumbuh ekosistem. Terlebih, Pancasila sudah dibicarakan di ranah publik sejak 1998.

"Saya berhadap kalangan kampus dapat menyelenggarakan bedah-bedah musik lainnya atau mungkin bedah buku tentang pancasila," pungkasnya.

(kpl/aal/tdr)