Tre Amor Vati Debut Lewat 'Perih', Lagu yang Tertunda Rilis Selama 20 Tahun
Tre Amor Vati © Istimewa
Kapanlagi.com - Band pendatang baru Tre Amor Vati resmi memperkenalkan diri ke industri musik Indonesia melalui single perdana berjudul Perih. Menariknya, lagu tersebut bukanlah karya yang baru diciptakan.
Di balik perilisannya, tersimpan kisah panjang tentang persahabatan, perjalanan hidup, dan kecintaan terhadap musik yang akhirnya menemukan jalannya setelah tertunda selama dua dekade.
Lagu Perih pertama kali ditulis pada 2006 oleh gitaris sekaligus penciptanya, Tjipto Aditomo atau Tommy. Namun, berbagai kesibukan dan dinamika kehidupan membuat lagu tersebut hanya tersimpan sebagai karya yang belum sempat dipublikasikan. Selama hampir 20 tahun, Perih tetap menjadi bagian dari kenangan yang belum terwujud.
Advertisement
1. Makna Mendalam
Momentum itu akhirnya datang pada awal 2026 ketika para personel kembali dipertemukan dan sepakat membentuk Tre Amor Vati. Band ini beranggotakan Ewing sebagai vokalis, Tommy di gitar satu, Didit di gitar dua, serta Reggy sebagai drummer. Dari pertemuan kembali tersebut, lahirlah keputusan untuk menghidupkan kembali lagu yang telah lama terpendam.
Bagi Tre Amor Vati, Perih memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar single debut. Lagu ini menjadi simbol reuni, nostalgia, sekaligus bukti bahwa sebuah karya yang lahir dari hati akan selalu menemukan waktu yang tepat untuk didengar publik.
2. Sudah Bisa Dinikmati
Single Perih resmi dirilis pada 15 Juni 2026 dan sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital. Bersamaan dengan perilisan tersebut, Tre Amor Vati juga meluncurkan video lirik serta menggelar acara launching dan konferensi pers di Emerald Tree Resto & Coffee Bar, Bintaro, Tangerang Selatan.
Dalam kesempatan itu, Tommy mengungkapkan harapannya terhadap karya perdana band tersebut.
"Kami berharap lagu ini dapat diterima oleh masyarakat musik Indonesia. Lagu ini menjadi representasi perasaan banyak orang tentang luka, kenangan, dan perjalanan hidup yang pernah mereka alami," ujarnya.
3. Dekat dengan Pengalaman Banyak Orang
Secara tematik, Perih mengangkat kisah tentang kehilangan, luka batin, dan kenangan yang sulit dilupakan. Tema tersebut dipilih karena dianggap dekat dengan pengalaman banyak orang, baik dalam hubungan percintaan maupun perjalanan hidup secara umum. Melalui lirik yang emosional, band ini ingin menghadirkan lagu yang mampu menemani pendengarnya melewati berbagai fase kehidupan.
Nuansa melankolis yang menjadi warna utama lagu dipadukan dengan sentuhan musik modern sehingga menghasilkan karakter yang relevan dengan pendengar masa kini.
Tre Amor Vati berharap karya tersebut tidak hanya enak didengar, tetapi juga mampu menjadi ruang refleksi dan membangkitkan nostalgia bagi siapa saja yang pernah merasakan kehilangan.
4. Digarap Serius
Meski menjadi karya perdana, proses produksi Perih digarap dengan serius. Rekaman dilakukan di Odesa Studio Jakarta selama kurang lebih dua bulan. Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Nico Veryandi di Bali, yang memberikan sentuhan akhir untuk memperkuat kualitas musikal dan emosi lagu.
Melalui Perih, Tre Amor Vati membuka lembaran baru perjalanan mereka di industri musik Indonesia. Dengan bekal pengalaman bermusik yang telah terjalin sejak masa muda, mereka ingin terus menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Debut ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tidak ada kata terlambat bagi sebuah karya untuk lahir, bahkan setelah menunggu selama 20 tahun.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/aal/tdr)
Advertisement