Gandeng Silir Wangi, Erik Sondhy Rilis 'Universe Blessings' yang Ciamik dengan Nuansa EDM

Jum'at, 14 Januari 2022 12:04


Erik Sondhy kembali menelurkan karya terbaru (Credit: Istimewa)


Kapanlagi.com - Erik Sondhy adalah salah seorang musisi dari pulau dewata yang punya nama besar seiring perjalanan hidupnya bermusik. Pianis kelahiran Bali ini sudah tak pernah mau diam,dia tak mau berhenti berkarya karena musik adalah hidupnya.

Sebagai persembahan rasa syukurnya kepada sang pencipta Erik Sondhy memaknai Awal tahun 2022 sebagai berkah dengan sang pianis menelurkan karya terbarunya yang berjudul Universe Blessings.

Berbeda dengan rekaman lagu sebelum-sebelumnya, kali ini, musisi yang dijuluki Mister Fingers ini memainkan warna electronic dance music (EDM). Tak hanya itu, ia berkolaborasi dengan Silir Wangi, seorang penyanyi asal Jogjakarta yang menembangkan sinden Jawa.

“Lagu ini memberikan pencerahan kepada setiap insan untuk selalu bersyukur karena alam semesta selalu setia memberikan anugerahnya. Kali ini saya mengeksplor EDM, dance music, tapi dipadukan dengan sinden Jawa. Saya rasa ini merupakan EDM sinden Jawa yang pertama di Indonesia. Ya bisa dibilang agak keluar dari warna musik saya di rekaman sebelumnya,” jelas Erik.

1. Silir Wangi Sudah Banyak Dikenal

Kerjasama Erik dengan Silir Wangi bermula ketika diperkenalkan oleh Marzuki Mohammad (Kill The Dj), salah satu personel Jogja Hiphop Foundation yang memproduseri rekaman Universe Blessings.

Silir Wangi banyak dikenal ketika bergabung dan menghasilkan rekaman bersama Sinten Remen pimpinan Djaduk Ferianto, juga KUA Etnika. Selain itu alumnus ISI Yogyakarta jurusan karawitan ini juga merilis beberapa album rekaman sendiri dan sempat tampil dalam berbagai even musik hingga mancanegara.

2. Libatkan Musisi Jogjakarta

Proses penggarapan musik dan rekaman bekerjasama dengan sejumlah musisi Jogja. Erik membuat melodinya, sedangkan lirik dikerjakan oleh teman-teman di sana. Ia juga dibantu oleh co producer Balance Perdana. Untuk kebutuhan art work pendukung publikasi dikerjakan I Gusti Adi Pradana.

Terbentuk di lingkungan seniman, Erik Sondhy kecil sudah memiliki keinginan kuat untuk menjadi musisi terkenal. Sejak awal anak sulung dari pasangan seorang pria pemandu wisata asal manado yang fasih berbahasa belanda dengan seorang wanita penari dari bali, Nih Luh Putu Sri Nulatri Sedani ini berlatih bermain gitar dan kemudian setiap hari berlatih piano.

3. Geluti Jazz

Tak ada yang tak bisa jika dilakukan bersungguh-sungguh kenang Erik Sondhy. Lalu Erik sempat menetap di Bandung untuk melanjutkan sekolah sembari menimba pengalaman bermusik.

Musisi bernama lengkap Eurysondhy Andrean John Imanuel Mangempis ini makin intens menggeluti jazz ketika sempat memutuskan tinggal di Yogyakarta. Di kota ini, Erik menemukan banyak teman musisi dan makin jatuh cinta dengan musik Jazz. Dari sini pula ia mengukir prestrasi secara nasional.

Barulah tahun 2000 ia kembali ke Bali dan membentuk Jiwa Band bersama Rio Sidik (terompet), alm. Ito Kurdhi (bass), Koko Harsoe (gitar) dan Sonny Riwis (drum). Setelah band ini bubar 2002, dengan formasi Erik (keyboard), Rio Sidik (terompet), Koko Harsoe (gitar), Doddy Sambodo (bass) dan Oni Pah (drum) muncul Svara Band.

4. Rilis Album Pertama

Tahun 2007, Erik memunculkan Erik Sondhy Project (ESP) dan merilis album pertamanya, Introducing Trio 07. Tahun 2012, Erik Sondhy Project bekerja dengan trio bernama Karma Jazz Trio menghasilkan album berjudul Karma.

Juni 2015, Erik Sondhy pergi ke London, Inggris, untuk merekam album ketiganya di Abbey Road Studio, yang akhirnya dirilis tahun 2016. Album ke-4 Meditation dirilis 2017, disusul The Gift of Love tahun 2018 dan Spontaneus tahun 2021.

(kpl/tdr)