Fenomena Fotografer Konser Berhak Mengatur Raisa, DJ Yasmin dan Nidji di Atas Stage

Natanael Sepaya  |  Jumat, 08 September 2017 12:22
Fenomena Fotografer Konser Berhak Mengatur Raisa, DJ Yasmin dan Nidji di Atas Stage
Raisa - Isyana Sarasvati © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Hampir semua penyanyi maupun band di Indonesia tentu akan selalu mengabadikan momen di saat mereka menggelar konser di berbagai kota. Hal itu dilakukan agar penyanyi maupun band tersebut mempunyai dokumentasi pribadi, bukan cuma dari media yang meliput kegiatan konser mereka. Bahkan, kebanyakan dari penyanyi maupun band pun ternyata mempunyai fotografer pribadi.

Nah, tim KapanLagi.com® mencoba menelusuri beberapa fotografer yang sudah dipercaya oleh sebuah grup band maupun penyanyi solo. Dari hasil penelusuran itu, kami pun mendapatkan tiga orang fotografer profesional yang selalu mengabadikan kegiatan konser para penyanyi dan band, mulai dari Raisa, DJ Yasmin, dan Nidji.

Pertama, kami menemui fotografer penyanyi solo yang bernama Ardi. Talenta yang dimilikinya saat ini sudah dipercaya oleh beberapa penyanyi solo ternama di Indonesia seperti Afgansyah Reza, Iwan FalsDewi Sandra, Agnes Monica, dan saat ini dia menjadi fotografer Raisa.

Hasil jepretan Ardi, bisa dilihat di Instagram pribadinya maupun di website yang ia buat, yaitu fotokonser.com. Instagram dan website milik Ardi pun menampilkan foto-foto penyanyi maupun band yang pernah ia abadikan dengan hasil yang sangat baik, serta angle yang berbeda dari rekan-rekan fotografer lainnya.

Ardi, fotografer sederet penyanyi solo tenar di Tanah Air © KapanLagi.com/Fikri Alfi RosiyadiArdi, fotografer sederet penyanyi solo tenar di Tanah Air © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosiyadi

Angle foto yang diambil biasanya didapat secara spontan sesuai gerak penyanyi di atas panggung, tapi, ada juga angle yang justru diatur Ardi sendiri. Hal ini biasanya dilakukan sebelum penyanyi naik ke atas panggung. Ardi pun memiliki alasan tersendiri di mana hal tersebut dilakukannya agar bisa mendapatkan angle foto yang ia inginkan.

"Kadang beberapa, iya. Kita lihat kondisi di lapangan seperti apa. Atau misalnya ada jiar. Kan dari jiar enak. Nanti enaknya gimana. Dari situ kita bisa menyarankan ke penyanyi," ungkap Ardi.

Menurut Ardi, yang paling penting dari angle foto adalah hasilnya mampu menceritakan momen yang tertangkap sehingga orang yang melihat potret tersebut mampu merasakan vibes pada sebuah event.  "Kadang tiap orang beda-beda sih. Angle bagus adalah dari mana saja yang penting momennya, bagaimana foto akhirnya bisa bercerita pada saat itu. Pas orang liat, orang itu bisa merasakan ada di event itu," ujarnya.

Bagi Ardi, menjadi fotografer penyanyi papan atas di Indonesia memberikannya banyak cerita. Selain bisa dekat dengan artis, ia pun bisa pergi berkeliling Indonesia. "Bisa keliling Indonesia tanpa mengeluarkan biaya. Dukanya cuma numpang nginep aja sih. Dateng cek sound, motret dan paginya pulang, terus pindah lagi," ungkap Ardi.

Geri Laksamana, fotografer DJ Yasmin © KapanLagi.com/Fikri Alfi RosiyadiGeri Laksamana, fotografer DJ Yasmin © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosiyadi

Setelah Ardi, kami lalu menemui fotografer DJ Yasmin, yaitu Geri Laksamana. Hampir sama dengan Ardi, Geri juga mengaku kalau ia terkadang sering memberikan arahan kepada DJ Yasmin ketika di atas panggung. Apalagi, memotret perform DJ bisa dibilang membosankan, hanya satu angle saja.

Seorang DJ hanya memainkan alat musik sambil berjoget di depan penonton. Agar mendapat gambar menarik, biasanya Geri meminta DJ Yasmin tampil yang beda dibandingkan penampilan sebelumnya. "Iya, kadang sebelum tampil, gua nyuruh dia (DJ Yasmin) juga harus gimana dan melakukan apa. Biar gua dapet angle foto bagus," tutur Geri.

Selain diatur oleh fotografer, terkadang DJ Yasmin juga meminta foto dengan angle yang dia inginkan. Biasanya, DJ Yasmin meminta untuk di foto di penghujung acara. "Biasanya dia minta gua ambil foto dengan background penonton biar keliatan rame. Terus sebelum turun panggung sehabis perform, ada sesi foto bareng dengan penonton," katanya.

Bagi Geri, memotret seorang DJ lebih sulit ketimbang menjepret penyanyi maupun band di atas panggung. Dia mengatakan, jika sebuah band maupun penyanyi solo, setiap aksinya di atas panggung, lebih banyak ruang gerak dibandingkan dengan performa seorang DJ.

Hafiyyan 'High ISO', fotografer Nidji © KapanLagi.com/Fikri Alfi RosiyadiHafiyyan 'High ISO', fotografer Nidji © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosiyadi

"Ada perbedaan sedikit aja saat motret DJ dengan motret band. Kalo band mereka bisa gerak lebih leluasa, jadi gua lebih bisa juga untuk mengeksplore angle-angle fotonya. Kalo DJ gerakan nya terbatas, karena dia harus selalu stay di booth DJ-nya untuk ganti lagu, dan yang lainnya," katanya.

Walau begitu Geri mengaku senang bisa menjadi fotografer DJ Yasmin. Pasalnya selain mendapat pengalaman baru, kini ia tahu tentang angle foto yang menarik saat mengabadikan musisi EDM beraksi. "Kepuasannya ketika gua dapet angle foto yang beda dari yang biasa gua potret," ujar Geri.

Setelah itu kami menemui sosok ketiga yang merupakan fotografer Nidji, Achmad Hafiyyan Faza, atau lebih dikenal dengan Hafiyyan 'High ISO'. Dari tiga fotografer yang dimintai keterangan oleh tim KapanLagi.com®, Hafiyyan 'High ISO' satu-satunya orang yang memotret sebuah grup band.

Bicara angle foto konser, Hafiyyan 'High ISO' mempunyai selera tinggi. Namun angle yang ia inginkan kebanyakan didapat secara spontan. Pasalnya, Hafiyyan 'High ISO' lebih membebaskan personel band dengan gaya apapun. Padahal, dari dua fotografer sebelumnya, Ardi dan Geri lebih memilih mengatur musisi sebelum mereka beraksi di atas panggung agar bisa mendapat angle yang bagus.

"Kalo ngatur ke personel, nggak pernah ngatur apa-apa sih. Kecuali ketika foto bareng band saat konser selesai bersama crowd dari atas panggung angle-nya. Kalo gue sih lebih suka mengingatkan buat mengabadikan mereka dengan crowd yang ada saat konser atau mungkin juga kebutuhan foto endorsement atau sponsor. Jadi foto itu bisa jadi 'jualan' juga bagi mereka. Sisanya gue improvisasi aja dan terus mencari angle yang baru," kata Hafiyyan.

Namun, yang membedakan dengan dua fotografer sebelumnya, Hafiyyan 'High ISO' lebih banyak memotret di balik panggung. Seperti misalnya ketertarikan Haffiyan yang lebih memilih mengambil momen perjalanan ketika Nidji ingin konser.

"Biasanya inisiatif gue perbanyak foto off stage seperti di bandara, di pesawat, turun dari pesawat, bahkan sampai perjalanan ke hotel ketika tur. Sebelum tampil, mereka juga selalu ada waktu sekitar 15-20 menit di back stage, warming up, dan briefing, hingga doa dan tos bersama. Jadi cukup banyak foto yang bisa gue buat," tandasnya.

Yakin Sudah Tahu Yang Ini?

Payung Teduh 'Akad': Menilik Arti Cinta Dalam Durasi 4 Menit

#CeritaIndonesia: Merayakan Musik Bersama Joey Alexander Tanpa 'Gelar Jenius'

Kisah Anggun Jadi Wanita Jawa 'Palsu' Selama Berkarir di Tanah Eropa

Jaga Kualitas, Hengki Kawilarang Pilih Tak Endorse Artis di Hari Pernikahan

Sama-Sama Untung: Cerita Para Fotografer di Balik Tren Pemotretan Selebriti

(kpl/far/ntn)



Lihat Arsip Musik

- - -