CLOSE

Difki Khalif dan Prinsa Mandagie Rilis Ulang 'Seandainya' Vierratale dengan Sentuhan Orkestra

Difki Khalif dan Prinsa Mandagie Rilis Ulang 'Seandainya' Vierratale dengan Sentuhan Orkestra
Difki Khalif dan Prinsa Mandagie - Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Kabar gembira buat para pecinta musik era 2000-an. Dua penyanyi berbakat, Difki Khalif dan Prinsa Mandagie, baru saja merilis proyek kolaborasi spesial. Mereka menghidupkan kembali lagu populer milik Vierratale yang berjudul Seandainya. Lagu yang dulunya menjadi lagu wajib bagi remaja galau ini kini hadir dengan warna baru yang lebih segar namun tetap emosional.

Proyek ini merupakan bentuk kerja sama antara dua label besar, yakni Musica Studios dan Sony Music. Prinsa Mandagie sendiri mengaku memiliki kedekatan emosional dengan lagu ciptaan Kevin Aprilio tersebut.

Baginya, lagu ini memiliki memori tersendiri yang sangat melekat kuat di ingatannya sejak masa remaja hingga akhirnya ia memilih lagu ini untuk dibawakan ulang.

"Banyak orang tumbuh bersama lagu ini, termasuk aku," ungkap Prinsa.

Baca juga berita lainnya di Liputan6.com

1.

Proses penyatuan dua karakter vokal yang berbeda ini tidaklah instan. Difki Khalif yang memiliki latar belakang anak band harus menyesuaikan diri dengan Prinsa yang dikenal dengan vokal dewasanya. Keduanya menjalani sesi workshop intensif untuk mendapatkan pembagian suara yang pas agar tetap terdengar harmonis di telinga pendengar namun tetap menonjolkan karakter masing-masing.

"Kami memang punya range suara berbeda, jadi workshop membantu kami menentukan siapa menyanyikan bagian mana supaya tetap harmonis," jelas Difki.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Tantangan yang Dihadapi

Tantangan utama dalam proyek ini adalah memberikan identitas baru pada lagu yang sudah sangat ikonik. Dibantu oleh Barsena Bestandhi dalam urusan harmonisasi vokal, lagu Seandainya versi terbaru ini juga diperkaya dengan sentuhan musik orkestra. Hal ini membuat lagunya terasa lebih megah dibandingkan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock remaja di tahun 2000-an lalu.

"Tantangannya bukan hanya membawakan ulang, tapi bagaimana membuatnya terasa segar, tetap akrab, namun punya warna kami sendiri," katanya.

Meski ada banyak perubahan dalam aransemen, baik Difki maupun Prinsa sepakat untuk tidak menghilangkan esensi dasar dari lagu tersebut. Mereka ingin pendengar lama tetap merasa akrab saat mendengarkan versi terbaru ini. Kolaborasi manis ini diharapkan bisa menjadi jembatan nostalgia bagi generasi lama sekaligus memperkenalkan lagu legendaris ini kepada generasi baru dengan kemasan yang lebih modern.

"Ini bisa jadi versi yang berbeda, tapi tetap familiar," ucap Prinsa.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/far/ums)

Rekomendasi

Trending