C'mon Lennon Rilis Ulang Album Dalam Bentuk Piringan Hitam

Fajar Adhityo  |  Jumat, 07 Desember 2012 11:21
C'mon Lennon Rilis Ulang Album Dalam Bentuk Piringan Hitam
C'mon Lennon

Kapanlagi.com - Album Ketika Lalala milik grup band asal Jakarta, C'mon Lennon kembali dirilis dalam format piringan hitam. Sebuah label baru bernama Kaimana Records kini dengan bangga mempersembahkan album ini kembali dalam format piringan hitam [vinyl]. Sebelumnya, Album ini dirilis pertama kali pada tahun 2005 oleh Marmalade Records.

C’mon Lennon sendiri adalah grup band beraliran indiepop yang berdiri tahun 2003 di Jakarta. Band yang digagas oleh sang vokalis Bin Harlan Boer (Room V, The Upstairs) ini berisi sekumpulan musisi yang sebelumnya tergabung dalam band masing-masing, dari Gitaris Andi Sabaruddin (The Upstairs), Gitaris Angga (Blossom Diary), Bassist Sulung Kusuma (Sugarstar), Drummer Pugar Restu Julian (Planet Bumi, Vessel), dan Keyboardist Noor Ikhwan (Equipment Junkie).

Nama C’Mon Lennon menjadi terkuak, khususnya di telinga pecinta musik  independen lewat single hit bertajuk Aku Cinta J.A.K.A.R.T.A. yang masuk dalam kompilasi bertajuk JKT:SKRG yang dirilis tahun 2004 oleh Aksara Records. Di album kompilasi itu pula ada nama-nama lain seperti Sore, The Brandals, The Sastro, Zeke And The Popo dimana band-band ini dipandang sebagai yang mewakili generasi band independen awal milenium oleh kritikus kala itu.

Satu tahun setelah kompilasi tersebut, C’Mon Lennon merilis album perdananya, bertajuk Ketika Lalala dibawah label Marmalade Records. Album ini berisi 11 buah lagu bernuansa pop dalam beragam gaya dan rasa yang dirilis dalam format kaset dan CD. Dan 7 tahun sesudah dirilis, sebuah label asal Jakarta, Kaimana Records, kembali merilis ulang album satu-satunya milik C’mon Lennon ini ke dalam format piringan hitam. 

"Kami sangat menyukai C'Mon Lennon, khususnya album ini. Meski band ini telah bubar, kami tidak mau band  bagus seperti mereka selesai sampai di sini saja, kami ingin lagu-lagu mereka bisa didengar sampai generasi selanjutnya dan dikoleksi dengan format yang lebih sophisticated, "ungkap Ricky Surya Virgana, bassist White Shoes and The Couples Company sekaligus pemilik label Kaimana Records.


Alasan lainnya menurutnya mengapa Kaimana Records mau merilis format piringan hitam tidak lain adalah karena melihat kenyataan pahit bahwa album-album band Indonesia era 90 -2000an belum banyak yang memiliki format piringan hitam. Ini berbeda ketika melihat budaya grup band di luar yang memiliki format rilisan piringan hitam sampai hari  ini.
 
Pengerjaan rilis ulang album ini dikerjakan Kaimana Records dengan sebuah perusahaan pressing  piringan hitam di Amerika. Album ini sendiri hanya dirilis sebanyak 300 keping. Format piringan hitam album Ketika Lalala dari C'mon Lennon ini dikemas sedikit berbeda dengan kaset dan CD-nya. Akan ada beberapa tambahan desain di dalamnya. Semua desain dikerjakan oleh Rio Farabi, yang tidak lain adalah gitaris band White Shoes and The Couples Company.

Album Ketika Lalala dari C'mon Lennon dari Kaimana Records menambah satu lagi album grup band tanah air yang dirilis dalam format piringan hitam di tahun ini, setelah sebelumnya Superman Is Dead, White Shoes and The Couples Company dan Dialog Dini Hari merilis albumnya dalam format ini. (kpl/prl/faj)


Lihat Arsip Musik

- - -