Balkonjazz Festival 2022 Kini Berbayar, Ini Penjelasan Bakkar Wibowo

Jum'at, 13 Mei 2022 21:12  | 

Kahitna



Credit: Balkonjazz Festival

Kapanlagi.com - Setelah sukses di tahun 2019, Balkonjazz Festival bakal kembali digelar pada 14 Mei 2022. Digelar di Gasblock Balkondes PGN Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Balkonjazz Festival 2022 bakal diramaikan musisi top Tanah Air.

Pada gelaran yang kedua kali ini Balkonjazz Festival menampilkan beberapa artis nasional terpopuler, diantaranya Kahitna, Pamungkas, Rendy Pandugo, Adhitia Sofyan, Dere, Juicy Luicy, Raissa Anggaini, Coldiac, & Megantoro.

Berbeda dengan gelaran tahun 2019, kali ini Balkonjazz Festival tidak lagi menggratiskan tiket masuk. Ditemui saat jumpa pers di Gasblock Balkondes PGN Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jum'at (13/5), Bakkar Wibowo, founder Balkonjazz Festival sekaligus promotor dari Sinergi Live menjelaskan alasannya.

"Awalnya konsep Balkonjazz 2022 ini gratis seperti tahun 2019. Tapi setelah berdiskusi dengan Satgas Covid setempat, demi meminimalisir hal yang tidak diinginkan maka dapat saran agar ini dibuat harga tiketnya," jelas Bakkar Wibowo.

"Tapi kalau nanti ada warga lokal yang masuk dari sisi lain panggung ya gak apa. Ya karena tempatnya terbuka seperti ini. Kaya nonton motogp di Mandalika," lanjutnya.

1. 1500 Tiket Sold Out

Sekitar 1500 tiket telah terjual habis alias sold out. Tiket dijual mulai dari harga 150 ribu rupiah hingga 700 ribu rupiah."Tiket sudah habis, tapi masih ada aja yang tanya," ucap Bakkar.

Meski tidak digratiskan, Balkonjazz Festival 2022 tetap membawa misi dan visi untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar. Hadirnya pasar Balkon menjadi salah satu cara untuk memajukan ekonomi warga sekitar.

"Pasar Balkon tetap ada. Warga sekitar kami siapkan dan gratis kalau mau menjual produk mereka. Nantinya, juga ada ojek dari depan ke lokasi Balkonjazz dengan harga 10 ribu rupiah," terangnya.

2. Partisipasi Warga lokal

Bakkar pun merasa keterlibatan dan partisipasi masyarakat lokal menjadi hal yang diutamakan.

“Artinya kebahagiaan yang didapat dari para pengunjung dan penonton festival itu juga menjadi bagian yang terintegrasi dengan kebahagiaan yang diraih oleh masyarakat lokal,” kata Bakkar.

(kpl/pur/ums)