Aruma Berani Ambil Langkah Baru, Siap Pelajari Akting demi Karya

Aruma Berani Ambil Langkah Baru, Siap Pelajari Akting demi Karya
Aruma - Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Penyanyi muda Aruma mulai memikirkan langkah yang lebih besar untuk perjalanan kariernya di industri musik Indonesia. Tak sekadar merilis lagu demi lagu, pelantun Muak tersebut kini memiliki ambisi untuk membangun sebuah semesta cerita atau universe yang saling terhubung dalam setiap karya yang akan dirilisnya di masa mendatang.

Bagi Aruma, sebuah lagu sering kali belum cukup untuk merepresentasikan seluruh emosi dan cerita yang ingin ia sampaikan. Karena itu, ia ingin menghadirkan pengalaman yang lebih utuh bagi para pendengar melalui keterhubungan antara musik, visual, hingga narasi yang dibangun dalam setiap proyeknya.

Menurut penyanyi yang tengah naik daun itu, setiap karya yang ia buat selama ini selalu merekam emosi pada satu fase tertentu dalam kehidupannya. Namun, kehidupan manusia memiliki lapisan cerita yang jauh lebih kompleks dibandingkan yang bisa dirangkum dalam satu lagu saja.

"Aku selalu merasa satu lagu rasanya nggak pernah cukup untuk menceritakan semua yang ingin aku sampaikan. Setiap lagu biasanya menangkap satu emosi di satu titik waktu, padahal hidup kan jauh lebih kompleks dari itu. Jadi aku tertarik membangun karya yang saling terhubung, supaya pendengar bisa ikut melihat perjalanan emosinya secara utuh, bukan cuma satu potongan cerita," ungkap Aruma.

Penyanyi kelahiran Cimahi tersebut kemudian mengibaratkan setiap lagu sebagai sebuah bab dalam buku. Menurutnya, setiap karya memang dapat dinikmati secara terpisah, tetapi akan menghasilkan pengalaman yang lebih kaya jika dipahami sebagai bagian dari sebuah cerita besar.

"Aku juga suka berpikir kalau setiap lagu itu seperti satu bab dalam sebuah buku. Kalau dibaca satu per satu mungkin tetap bermakna, tapi ketika semuanya disatukan, ceritanya jadi jauh lebih lengkap," lanjutnya.

1. Perhatikan unsur Visual

Tak hanya fokus pada musik, Aruma juga menaruh perhatian besar pada unsur visual. Baginya, visual bukan sekadar pelengkap promosi lagu, melainkan medium bercerita yang sama pentingnya dengan lirik dan melodi.

"Buat aku, visual bukan pelengkap lagu, tapi bagian dari cara bercerita. Ada perasaan-perasaan yang mungkin sulit dijelaskan lewat lirik saja, tapi bisa langsung terasa lewat warna, pencahayaan, atau ruang yang kita lihat," ujar Aruma.

Ke depan, Aruma berharap dapat menciptakan identitas visual yang kuat dalam setiap karyanya. Ia ingin para penikmat musik bisa langsung mengenali karakter dan dunia yang ia bangun hanya melalui elemen-elemen visual tertentu.

"Ke depannya aku ingin setiap karya punya dunianya sendiri. Jadi ketika orang melihat sebuah frame, warna tertentu, atau simbol tertentu, mereka langsung merasa, 'Ini dunia Aruma.' Aku ingin visualnya terasa sinematik, intim, dan penuh detail kecil yang bisa ditemukan setiap kali orang menontonnya lagi," katanya.

2. Serius Belajar Akting

Demi mewujudkan ambisi tersebut, Aruma bahkan berencana mempelajari dasar-dasar akting. Menurutnya, kemampuan berakting dapat membantunya menyampaikan emosi dengan lebih jujur dan mendalam, terutama dalam karya-karya visual yang ingin ia hadirkan.

"Karena menurutku menyanyi juga bentuk akting, dalam arti kita sedang menghidupkan sebuah emosi. Walaupun ceritanya berasal dari pengalaman pribadi, tetap ada proses menerjemahkan perasaan itu supaya bisa sampai ke orang lain," jelasnya.

Aruma menegaskan bahwa keinginannya belajar akting bukan untuk menjadi sosok yang berbeda, melainkan untuk lebih memahami cara menyampaikan emosi. Ia berharap, melalui perpaduan musik, visual, dan cerita, para pendengar dapat merasa ditemani oleh karya-karyanya.

"Aku ingin belajar akting bukan untuk menjadi orang lain, tapi supaya aku bisa lebih jujur saat menyampaikan cerita. Kadang ekspresi yang kecil atau tatapan mata saja bisa menyampaikan sesuatu yang nggak perlu dijelaskan dengan kata-kata," tambah Aruma.

3. Harapan Aruma

Pada akhirnya, pelantun Muak itu berharap karya-karyanya dapat menjadi ruang aman bagi siapa pun yang mendengarkannya. Baginya, pencapaian terbesar seorang musisi bukan hanya soal angka pendengar, tetapi juga ketika karyanya mampu membuat seseorang merasa dipahami.

"Aku berharap mereka merasa seperti sedang masuk ke sebuah dunia, bukan sekadar mendengarkan lagu. Dunia yang membuat mereka merasa ditemani, dipahami, dan mungkin melihat diri mereka sendiri di dalamnya," tutur Aruma.

"Kalau setelah mendengarkan musikku ada satu orang yang pulang dengan perasaan, 'Ternyata aku nggak sendirian,' atau bahkan, 'Ternyata aku cukup,' buat aku itu sudah lebih dari cukup. Karena pada akhirnya, aku ingin karya-karyaku menjadi ruang yang aman untuk merasakan apa pun yang sedang dirasakan, tanpa harus buru-buru menjadi baik-baik saja," tutupnya.

(kpl/pur/ums)

Rekomendasi

Trending