"Memo", EP Alsa Aqilah yang Memiliki Lima Fase dalam Mencintai

"Memo", EP Alsa Aqilah yang Memiliki Lima Fase dalam Mencintai
Alsa Aqilah: Istimewa

Kapanlagi.com - Penyanyi Alsa Aqilah resmi meluncurkan Extended Play (EP) berjudul "Memo" berisikan lima lagu, yakni Unworthy, Honeymoon, Inevitable, Suatu Hari Nanti, dan Melepasmu.

Seluruh lagu dalam EP tersebut liriknya ditulis sendiri oleh Alsa Aqilah. Ia mengaku sudah gemar menulis dan menyimpan kumpulan catatan kecil menjadi memo di smartphone-nya.

"Kini, kumpulan cerita itu menjadi sebuah perjalanan cinta yang mendewasakan saya," kata Alsa Aqilah dalam Perilisan EP miliknya, Memo Di Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2023).

1. Ceritakan Pengalaman Pribadi

Alsa Aqilah: Istimewa

Dari lima lagu tersebut merupakan cerita Alsa Aqilah ketika jatuh cinta mulai dari berbunga-bunga, hilangnya arah ketika bimbang, ringkihnya hati ketika sedih, luka dan kekecewaan, patah hati, hingga akhirnya ikhlas untuk melepaskan.

"Perasaan pada akhirnya ada memang untuk dirasakan, dan merasakannya akan membawa kita ke berbagai cerita. Tapi dari situlah makna muncul, dan akhirnya mendewasakan," paparnya.

Pengalaman ini pula yang membuat Alsa ingin menjadikan EP nya sebagai teman untuk para pendengar yang mungkin sedang merasakan patah hati.

"Saya juga ingin menyampaikan bahwa, percayalah, kalian tidak sendirian, semua akan ada waktunya, mulai dari pertemuan sampai perpisahan," uraiannya

 

2. Saling Berkaitan

Perlu diketahui, EP "Memo" menghadirkan lima fase dalam mencintai. Pertama "Honeymoon" menceritakan betapa indah dan bahagianya sebuah pertemuan.

Kemudian "Inevitable" merupakan representasi dari sebuah rasa yang tak dapat disatukan dan hanya bisa menikmati waktu bersama.

"Suatu Hari Nanti" merupakan harapan akan pertemuan di kehidupan lain karena cinta yang tak dapat bersatu.

"Unworthy" adalah kemarahan, pertanyaan, serta keraguan yang bersatu, disebabkan karena permainan cinta hingga membuat hilang rasa.

Lagu-lagu tersebut ditutup dengan "Melepasmu" yang menjadi pembelajaran dari semua. Ikhlas melepasnya, menyisakan indahnya sebuah kenangan.

(Martha Tilaar meninggal dunia di usia 89 tahun.)

Rekomendasi

Trending