Kapanlagi.com - Penyanyi Bernadya resmi merilis album studio keduanya bertajuk Semoga Hanya di Mimpi. Dalam proses kreatif album tersebut, ia menggandeng sejumlah musisi, termasuk Baskara Putra atau Hindia, yang turut terlibat dalam penggarapan lagu pembuka.
Baskara dipercaya menjadi salah satu penulis lagu untuk trek pertama berjudul Lautan yang Tenang. Lagu tersebut lahir dari kegelisahan Bernadya yang mengaku sempat mengalami kebuntuan ide karena merasa hidupnya sedang berjalan terlalu tenang tanpa konflik.
"Emm, waktu itu pas ke studionya Enrico, dia bilang, 'Gua enggak tahu nih gua mau nulis apa buat album kedua.' Terus gua bilang, yaudah, kenapa enggak itu aja yang ditulis? Bawa aja jadi topik kan, kalau lo enggak tahu mau nulis apa karena hidup lu lagi sangat tenang," ujar Baskara Putra saat ditemui di Citos, Kamis (25/6/2024).
Advertisement
Menurut Baskara, Bernadya sempat merasa khawatir menuliskan tentang kebahagiaan atau ketenangan yang sedang ia rasakan. Penyanyi asal Surabaya itu takut jika ketenangan tersebut justru menjadi pertanda akan datangnya sesuatu yang buruk.
Arti dan Makna Lagu Lama Lama Bernadya, Lelah Sendirian dalam CintaBersama produser Enrico Octaviano, Baskara kemudian mendorong Bernadya untuk menjadikan keresahan tersebut sebagai benang merah album. Dari diskusi itu, mereka mencari metafora yang tepat hingga akhirnya menemukan simbol "laut" sebagai representasi ketenangan yang menyimpan tanda tanya.
Bernadya Sukses Gelar Showcase 'SEMOGA HANYA DI MIMPI', Tampil Penuh Konsep dan Kejutan"Dicarilah. Kami, kami waktu itu bertiga nyari metaforanya seperti apa. Karena di momen itu juga, Ananda Bernadya ini belum tau kan mau nulis apa, kira-kira kalau topik kayak gini diangkat apa metaforanya, apa simbolismenya untuk keseluruhan album. Sampai akhirnya dapet laut gitu," kata Baskara.
Bernadya Ungkap Inspirasi Utama dari Album 'Semoga Hanya di Mimpi'Bernadya mengaku banyak terbantu dengan sudut pandang Baskara dalam mengembangkan ide lagu tersebut. Dari proses diskusi itu, ia akhirnya menemukan lirik yang kemudian menjadi fondasi bagi keseluruhan cerita di album Semoga Hanya di Mimpi.
Bernadya Rilis Lagu 'Rabun Jauh', Gandeng Iqbaal Ramadan Jadi Model MV"Enggak itu, itu kan Bas udah kasih tau kan, 'Ya tulis dari situ aja. Tulis dari... lu hidupnya tenang.' Kita berangkatnya dari situ. 'Justru lu takut akan terjadi sesuatu yang gede yang lu nggak harapin.' Terus ya udah aku... itu yang aku tulis sendiri di rumah, terus aku kayak, 'Belum nemu nih tapi.' 'Namun patut dicurigai...' Terus habis itu, tapi apa ya yang patut dicurigai? Terus Bas bilang, 'Namun laut yang tenang patut dicurigai.' Akhirnya kita dapet laut yang tenang dari situ. Pinter banget ya Baskara ya," kata Bernadya.
Bernadya Rayakan Natal 2025 Mudik ke Surabaya, Bagi-Bagi Kado dan Kenang 'Opa Santa'Bernadya mengatakan Lautan yang Tenang akhirnya dipilih sebagai focus track karena menjadi titik awal lahirnya seluruh lagu dalam album tersebut. Dari satu lagu itu, ia kemudian mengembangkan berbagai cerita tentang ketakutan yang selama ini dipendam.
Bernadya Usung Konsep Visual Era 2000-an Lewat Pemotretan di Kamakura"Oh karena ini yang akhirnya ngarahin aku nulis the rest track-nya. Track-nya itu semua berangkatnya dari lagu ini. Kayak, 'Oh ya udah aku tulis lagu-lagu tentang apa yang aku takutin aja.' Akhirnya dipilihlah jadi focus track dari single pertama di albumnya ini," pungkas Bernadya.
Kolaborasi Bernadya dan Perunggu: Menghadirkan Nuansa Musik 'Katrok in a Good Way'(kpl/phi)