Jangan Remehkan Musik Dari Swedia!

Jumat, 08 Juni 2012 12:30 | 

ABBA

Jangan Remehkan Musik Dari Swedia!
ABBA - Roxette - Nina Persson (The Cardigans)


Kapanlagi.com - Swedia bukan negara yang teramat besar. Penduduknya hanya sebesar 9,4 juta orang saja. Negara itu bahkan termasuk negara dengan pertumbuhan populasi penduduk rendah.

Apa yang begitu istimewa dari negara yang menggunakan sistem monarki ini? Keindahan negaranya? Tentu saja. Ada lagi yang spesial dan telah terbukti mengubah dunia. Musik yang dimainkan oleh orang-orang Swedia. Siapa saja mereka? KapanLagi.com® mengurutkan beberapa di antaranya, yang paling populer dan barangkali tidak banyak diketahui berasal dari Swedia.

1. ABBA

Ah, ayolah. Kalau kamu merasa belum pernah mendengar nama ABBA, tanyakan kepada orang tua-mu. ABBA adalah salah satu band yang benar-benar mengubah musik pop dunia.

ABBA terbentuk tahun 1972, nama itu sendiri terinspirasi dari inisial keempat personilnya, Agnetha Fältskog, Björn Ulvaeus, Benny Andersson serta Anni-Frid Lyngstad. Mereka melahirkan 8 album, bermain dalam film musikal MAMAMIA! yang mencapai sukses luar biasa dan berhasil mendapatkan sederet pengakuan lain. Usia band ini hanya 10 tahun, tetapi dalam 1 dekade itu, ABBA telah mengubah level Swedia di mata musik dunia.


ABBA merupakan band pertama yang tidak berbicara dalam bahasa Inggris, tetapi menikmati kesenangan merajai berbagai chart di Inggris, Irlandia, Amerika, Kanada, Australia, Afrika Selatan sampai Filipina. Bisa dibayangkan kedahsyatan mereka? Mereka masuk ke Rock and Roll Hall of Fame pada 2010 dan termasuk dalam salah satu artis dengan penjualan tertinggi sepanjang masa.

2. Roxette

Era berganti, generasi berganti dan inilah yang mewakili tahun 80-an. Duo Marie Fredriksson dan Per Gessle menjadi sangat seksi berdua, apalagi dengan penampilan sang vokalis yang jauh dari feminim. Album pertama LOOK SHARP! menggebrak pasar internasional dan menjanjikan kesuksesan di belakangnya.


Lagu It Must Have Been Love dan Listen To Your Heart menjadi lagu yang paling sering diputar, memberi duo ini penghargaan khusus dari Broadcast Music Inc, sebuah lembaga yang memperhatikan perkembangan broadcast. 9 album telah mereka lahirkan, yang terakhir malah keluar tahun ini, TRAVELLING. Itu belum termasuk kompilasi, single serta solo karir mereka.

Satu nama besar yang masih membuat orang bernyanyi bersama!

3. The Cardigans

Beranjak ke era 90-an, ini juaranya. The Cardigans beranggotakan Lars-Olof Johansson, Peter Svensson, Bengt Lagerberg, Nina Persson dan Magnus Sveningsson, menelurkan 6 album dan menjadi salah satu band pujaan dengan vokal dreamy Nina.

Lovefool yang jadi soundtrack film ROMEO & JULIET barangkali adalah lagu mereka yang paling dikenal. Tetapi untuk yang besar di tahun 1990-an, pasti tahu album FIRST BAND ON THE MOON (1996) dan GRAN TURISMO (1998) yang disebut sebagai karya terbaik The Cardigans.


Band ini memutuskan vakum setelah SUPER EXTRA GRAVITY yang keluar tahun 2005. Coba tebak? Mereka telah kembali dan akan konser di Jakarta 14 Agustus nanti!

4. The Hives

Kalau 3 nama di atas datang dari ranah pop dan mainstream, yang satu ini beda segmen-nya. Beda bukan berarti buruk. Karena mereka adalah The Hives, band Swedia yang memainkan garage rock sejak 1993.

Album debut BARELY LEGAL membuat banyak orang penasaran kepada band yang digawangi Howlin' Pelle Almqvist, Nicholaus Arson, Vigilante Carlstroem, Dr. Matt Destruction dan Chris Dangerous ini. Mereka adalah sedikit dari band garage rock yang sanggup bertahan dari libasan industri. 5 album menjadi bukti eksistensi The Hives, terakhir LEX HIVES dirilis pada 2012.


Apalagi, mereka selalu tampil flamboyan dengan setelan rapi. Keunggulan mereka adalah aksi panggung yang begitu komunikatif dengan penonton. The Hives diklaim para kritikus musik sebagai salah satu band rock dengan penampilan panggung terbaik.

5. Yngwie Malmsteen

Masih berkaitan dengan musik rock, siapa tak kenal Yngwie Malmsteen? Atau lebih tepatnya, mungkin tak banyak yang ingat jika gitaris yang mengubah dunia metal ini berasal dari Swedia.

Nama lengkapnya Lars Johan Yngve Lannerback, usianya 48 tahun. Dikenal dengan nama Yngwie Malmsteen. Ia disebut sebagai gitaris rock paling berpengaruh dalam era 80 dan 90-an, karena terbukti, tehniknya memainkan gitar menginspirasi banyak gitaris dunia lain.

Yngwie pernah bergabung dalam sebuah band bernama Steeler (punya 1 album) dan Alcatrazz (punya 2 album). Sementara, untuk solo karir, ia punya diskografi kurang-lebih sebanyak 32 album, termasuk mini album dan DVD. Sebuah quote yang amat populer mengenai Yngwie adalah, "The day Jimi Hendrix died, the guitar-playing Yngwie was born."

6. Arch Enemy

Dari sektor metal, Swedia tak bisa lepas dari Arch Enemy. Ini adalah band melodic death metal yang punya vokalis seorang wanita bersuara luar biasa bernama Angela Gossow. Bersama Michael Amott, Daniel Erlandsson, Sharlee D'Angelo dan Nick Cordle, Angela meraung dari tenggorokan.

9 album, sebuah live album, 2 DVD dan 3 mini album cukup membuat Arch Enemy diperhitungkan di musik metal internasional. Apalagi, saat mereka muncul, tidak banyak band metal dengan seorang vokalis wanita. Terutama, dengan kelebihan seperti yang dimiliki Angela.


Coba dengarkan lagu I Am Legend atau Nemesis, akan sukar mempercayai raungan seperti itu keluar dari tenggorokan seorang wanita. Arch Enemy memainkan death metal yang nyaman di telinga, menyebabkan mereka dipuja dan ditunggu di belahan dunia lain. Dari scene metal, band ini menambah harum negara Swedia dengan cara mereka sendiri.

7. Opeth

Band terakhir yang masuk daftar adalah band yang mulai diperhitungkan sungguh-sungguh di scene proggresive death metal. Mikael Åkerfeldt, Martín Méndez, Martin Axenrot, Fredrik Åkesson dan Joakim Svalberg mengubah warna musik mereka dari death metal kelam menjadi proggresive death metal dan menerima lebih banyak review positif.

Yang menarik adalah, seperti kebanyakan band-band metal Eropa lainnya, Opeth juga memasukkan folk music ke dalam musik mereka. Bersama Between The Buried and Me serta Mastodon, Opeth dianggap sebagai generasi proggresive inovatif.


Opeth merilis 10 album, di mana perubahan warna musik mereka terdengar jelas dari album debut (ORCHID, 1995) sampai HERITAGE (2011), dengan durasi lagu rata-rata 6 menit.

Bisa jadi Swedia tidak mempunyai luas yang besar. Tetapi dari 7 nama di atas, tidak kecil juga sumbangsih musik mereka terhadap dunia. 7 ini hanyalah beberapa dari sekian banyak, karena hampir semua genre di Swedia berkembang pesat. Yang jelas, jadi terbukti kalau yang kecil, belum tentu kecil juga kapasitasnya. (kpl/rea)


Lihat Arsip Musik

- - -