Yovie Widiyanto: Tak Ada Musik Yang Komersil

Trian Sulaiman  |  Jumat, 22 Agustus 2014 19:50
Yovie Widiyanto: Tak Ada Musik Yang Komersil
Yovie Widianto ©KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Musik progressive rock, bagi sebagian masyarakat masih dianggap sebagai musik yang 'njelimet' atau rumit. Komposisi padat dengan durasi lama menjadi ciri khas genre musik tersebut.

Sebut saja Dream Theater atau Yes, dan lainnya. Kebanyakan, dalam satu lagu memiliki durasi rata-rata di atas 10 menit. Hal itulah yang membuat jenis musik ini cenderung memiliki segmentasi penggemar tersendiri.

Tak ada musik yang komersil. Sebenarnya hal seperti ini yang terpenting bukanlah karya dari para senimannya aja, tapi bagaimana juga kebijakan pemerintah dalam memfasilitasi karya-karya yang indah
Yovie Widianto
 

Ditambah lagi ketika banyak media, baik radio maupun televisi masih kurang mengapresiasi jenis musik rock progressive ini. Yovie Widiyanto selaku pelaku musik yang juga menggandrungi jenis musik ini pun tak menampik.

"Karena musik-musik seperti ini space-nya semakin kecil sekali di stasiun-stasiun televisi," katanya di peluncuran album Indonesia Mahardhika di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (21/08) malam.

Yovie Widianto, pecinta rock progressive ©KapanLagi.com®Yovie Widianto, pecinta rock progressive ©KapanLagi.com®

Menurutnya, tak ada jenis musik yang tak komersil. Karena telinga masyarakat adalah juri sejati bagi musik-musik yang sedang populer. Oleh karena itu jenis musik selain pop juga harus diberi kesempatan.

"Tak ada musik yang komersil. Sebenarnya hal seperti ini yang terpenting bukanlah karya dari para senimannya aja, tapi bagaimana juga kebijakan pemerintah dalam memfasilitasi karya-karya yang indah ini mendapatkan porsi yang seimbang lah," ujarnya.

"Harus ada kebijakan memberikan ruang untuk masyarakat bisa memilih, bisa lihat, karena belum tentu masyarakat itu gak suka, hanya karena tidak diberikan space aja," tandas Yovie. (kpl/ato/trn)


Lihat Arsip Musik

- - -