Usung Genre Pop Reggae, Band KGDTN Rilis Single Satir 'Ketika'

Usung Genre Pop Reggae, Band KGDTN Rilis Single Satir 'Ketika'
Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Grup musik Kegendutan atau KGDTN kembali menghadirkan karya terbaru. Kali ini, band yang beranggotakan Pieter Tanggar, Arie Ajie, Wendy, dan Raditya itu merilis single kedua berjudul Ketika yang mengusung konsep musik dengan perpaduan genre pop, reggae, dan folk.

"Ini single kedua yang bertajuk Ketika dengan aliran musik Pop, Reggae dan Folk," ujar Arie Ajie.

Single Ketika dikemas dengan nuansa musik yang ringan melalui kombinasi pop, reggae, dan folk. Di balik iramanya yang santai, lagu ini menyimpan pesan mendalam yang mengangkat berbagai fenomena dalam perjalanan hidup manusia.

Lirik lagu tersebut sepenuhnya ditulis oleh vokalis KGDTN, Pieter Tanggar. Melalui gaya penulisan syair yang satir, ia mencoba menggambarkan berbagai sisi kehidupan yang kerap ditemui dalam keseharian.

"Pieter Tanggar sebagai sang penulis lirik membungkus lagu keduanya dengan gaya tulisan syair yang satir yang membawa bercandaan akan esensi manusia itu sendiri," kata Arie.

Secara keseluruhan, Ketika mengangkat kisah tentang sifat manusia yang kerap terlena ketika berada di puncak pencapaian. Harta, tahta, dan ambisi menjadi gambaran yang diangkat dalam lagu ini sebagai hal-hal yang terkadang membuat seseorang kehilangan arah hidupnya.

1. Kritik Sosial

Melalui lagu tersebut, KGDTN ingin menghadirkan pengingat sekaligus kritik sosial bagi para penikmat musik. Mereka ingin menyampaikan bahwa tidak ada manusia yang benar-benar sempurna dan setiap orang pasti memiliki kekurangan.

"Melalui liriknya, lagu ini mengingatkan bahwa manusia tidak pernah sempurna, penuh kesalahan, dan mudah lupa. Karena itu, setiap orang perlu tetap rendah hati, tidak merasa paling benar, and menyadari bahwa pada akhirnya kita semua hanyalah manusia," jelas Pieter.

(Deswa Dangdut Academy meninggal dunia, wafat usai berjuang lawan sakit.)

2. Menggarap Secara Mandiri

Dalam proses produksinya, KGDTN memilih menggarap lagu ini secara mandiri. Seluruh tahapan rekaman dilakukan di studio home recording milik mereka agar pesan yang ingin disampaikan tetap terjaga sesuai dengan konsep awal.

Tak hanya merilis versi audio, KGDTN juga menghadirkan video musik yang disutradarai oleh Atha Fawazi Bibra. Video tersebut dibuat untuk memperkuat pesan satir yang ingin disampaikan melalui setiap lirik dalam lagu.

"Ya berharap dengan merilis lagu Ketika ini, dapat mewakili perasaan pendengar, dan menyiratkan pesan bahwa 'everything has a price' Kami juga berharap pesan ini bisa tersampaikan kepada lebih banyak orang lagi," ujar Pieter Tanggar.

(Nycta Gina panen kritikan dari netizen karena postingan Instagram Story-nya.)

(kpl/far/ums)

Rekomendasi

Trending