Tohpati Berkomunikasi Lewat Musik Instrumental

Kapanlagi.com - Penampilannya kalem, tak banyak cakap, sesekali melempar senyum ke penonton dari atas panggung, sementara jemari tangannya luwes memainkan dawai gitar yang bak mulutnya, menyuarakan gelora jiwa. Itulah Tohpati alias Bontot, yang lebih banyak berbicara lewat media musik instrumental. Nada-nada dan irama adalah cintanya, sekaligus alat berkomunikasi dengan penikmat musik pop klasik.

Setelah dua album solonya beredar, yaitu TOHPATI (1998) dan SERAMPANG SAMBA (2002), kini musikus itu kembali menyapa penggemarnya lewat album terbaru berjudul IT`S TIME.

Di tengah maraknya band dan artis pop dewasa ini, Tohpati kekeuh pada cita-citanya untuk mempopulerkan musik instrumental. "Memang sulit. Tapi kalau tidak dari sekarang, kapan lagi? Saya ingin musik instrumental lebih memasyarakat dan dapat dinikmati oleh banyak kalangan tanpa batasan," katanya mengenai musiknya.

Sadar akan kecenderungan pencinta musik yang lebih menyukai musik dan lagu, Tohpati pun mengundang penyanyi yaitu seorang rapper, Terry, Sutha dan Iwa K, juga Kompyang Raka untuk mengisi permainan kecak dalam nomor Dewata.

IT`S ME berisi 11 nomor resmi diluncurkan di Jakarta tanggal 15 April lalu. Bernama lengkap Tohpati Ario Hutomo, musisi kelahiran 25 Juli 1971 ini mengaku mulai gemar bermain gitar sejak kecil. Semula ia mempelajari musik dengan mengikuti kursus di Yamaha Musik Indonesia, kemudian belajar band di PMMC Yamaha dan "berguru" pada Indra Lesmana, Didi AGP, dan Donny Suhendra.

Kini, Tohpati tercatat sebagai personel Simak Dialog dan Halmahera, dan membentuk Trisum bersama I Dewa Gede Budjana dan I Wayan Balawan. Satu hal yang pasti, semua kelompoknya itu lebih banyak memainkan musik instrumental. "Itu pilihan saya," kata Bontot mantap. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/erl)

Rekomendasi
Trending