Timeless Project Live Gabungkan Elemen Nostalgia dan Pengalaman Interaktif
Timeless Project Live siap ajak kamu nostalgia lagu era 2000-an (Credit: Dok. Pribadi)
Kapanlagi.com - RESONINE menghadirkan Timeless Project Live, festival musik yang memadukan penampilan musisi era 2000-an dengan rangkaian pengalaman interaktif. Dirancang sebagai ruang merayakan perjalanan hidup, ajang ini menyasar audiens yang kini berada di usia produktif.
Perwakilan RESONINE, Rijal Asikin, menegaskan bahwa konsep acara ini berangkat dari kebutuhan yang lebih personal ketimbang sekadar flashback.
"Selama ini banyak event mengajak orang bernostalgia. Tapi kami melihat ada kebutuhan yang lebih besar dari itu. Orang-orang yang kini memasuki usia produktif ingin merayakan perjalanan hidup mereka. Mereka menyadari bahwa semua pengalaman, termasuk lagu-lagu yang menemani mereka di era 2000-an, adalah bagian dari proses yang membentuk siapa mereka hari ini," ujar Rijal.
Advertisement
Timeless Project Live dikemas sebagai perjalanan emosional melalui empat fase, yaitu remember, relive, celebrate, dan recharge. Di dalamnya, penonton diajak menelusuri momen-momen penting hidup yang pernah dilalui, ditemani musik yang akrab di telinga generasi 30–39 tahun.
1. Melampaui Nostalgia: Konsep Emosional Timeless Project Live
Timeless Project Live menawarkan lebih dari sekadar menyanyikan lagu-lagu lawas bersama. Festival ini dirancang sebagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari audiens, dengan fokus pada refleksi atas proses yang membentuk diri hari ini.
"Musik memang menjadi pintu masuknya. Tetapi yang ingin kami bangun sebenarnya adalah rasa bangga terhadap perjalanan hidup individu. Kami harap audiens bisa pulang dengan perasaan bangga terhadap apa yang sudah mereka lalui, bukan hanya karena berhasil menonton musisi favorit."
Empat fase yang disuguhkan; remember, relive, celebrate, hingga recharge menjadi alur yang mengarahkan penonton untuk mengingat, menghidupkan kembali, merayakan, dan mengisi ulang semangat setelah acara usai. Setiap fase disusun untuk menghadirkan keterlibatan yang aktif, bukan hanya menjadi penonton pasif.
Di sisi lain, kurasi konten dan aktivitasnya berangkat dari referensi budaya populer awal 2000-an. Pendekatan ini diharapkan terasa relevan, terutama bagi mereka yang tumbuh bersama musik di era tersebut dan kini berada dalam fase karier serta keluarga yang mapan.
2. Rangkaian Aktivitas: Instalasi, Karaoke, hingga Siaran Radio
Pengunjung akan menemukan instalasi visual bertema era 2000-an, lengkap dengan berbagai spot foto dan elemen budaya pop yang ikonik. Setiap sudut dirancang untuk memantik memori, sekaligus membuka ruang bagi cerita personal yang ingin dibagikan.
Salah satu pengalaman yang disiapkan adalah sesi siaran radio, dipandu oleh penyiar lokal. Format ini menghadirkan suasana yang akrab bagi generasi yang tumbuh bersama radio sebagai medium utama menemani hari-hari.
Festival juga menghadirkan marketplace bernuansa 2000-an yang memanjakan penonton dengan pilihan produk tematik. Ada pula area karaoke yang membebaskan pengunjung membawakan lagu favorit mereka dari masa itu.
Ruang interaksi komunitas disediakan untuk mempertemukan penonton dengan minat serupa, sehingga pengalaman konser terasa lebih dekat, personal, dan bermakna. Pendekatan ini memperkaya momen di luar panggung utama.
3. Tiga Kota, Tiga Panggung: Jadwal dan Line-up
Rangkaian Timeless Project Live dimulai dari Medan pada 2 Agustus di Lapangan Parkir Lotte Grosir. Perhelatan kemudian bergeser ke Palembang pada 29 Agustus di CGC One, Citra Grand City.
Untuk kota Medan, panggung utama akan diramaikan oleh Ucox Bongax, RAN, Tipe-X, dan Judika. Kombinasi ini menyajikan spektrum musik 2000-an yang akrab di telinga, dari pop, ska, hingga rock.
Di Palembang, penonton akan disuguhi penampilan Hutan Tropis, Sammy Simorangkir, RAN, Jamrud, serta Tipe-X. Deretan nama tersebut menegaskan semangat lintas-genre yang menjadi ciri Timeless Project Live.
Perjalanan festival mencapai puncaknya di Bandung pada 19 September di Laswi Heritage, hadir dalam konsep PREANGER EDITION. Daftar musisi yang tampil di Bandung akan diumumkan dalam waktu dekat.
Melalui fase terakhir, yaitu recharge, Timeless Project Live mendorong penonton untuk pulang dengan semangat baru dan perspektif segar atas perjalanan hidup mereka. Harapannya, momen yang dibawa pulang bukan hanya dokumentasi visual semata.
"Kami berharap audiens tidak hanya membawa foto atau video, tetapi juga pengalaman yang berkesan dari keseluruhan acara," tutup Rijal.
(Kabar Bahagia, Gisela Cindy dan James Nguyen resmi menikah!)
(kpl/gtr)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Duet Azzio-Rama Raih 3 SO di D'Academy 8 Meski Melly Lee Absen
