Sukses Lewat 'Somebody's Pleasure', Aziz Hedra Ternyata Simpan Ketakutan
Aziz Hedra - Credit: Istimewa
Kapanlagi.com - Penyanyi Aziz Hedra membagikan kisah personal mengenai perjalanan panjangnya meraih mimpi menjadi seorang musisi. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Aziz menampilkan video yang memadukan sosok dirinya di masa kecil dengan dirinya saat ini, lengkap dengan percakapan reflektif tentang apa yang telah ia capai.
Dalam video tersebut, Aziz Hedra kecil digambarkan tengah mengucapkan impiannya untuk menjadi penyanyi dan membuat karyanya didengar banyak orang. Cita-cita itu diucapkan berulang kali seakan menjadi mantra yang menguatkan langkahnya di masa depan.
"Hai, aku Aziz. Pengen banget jadi penyanyi. Ya setiap hari ngomong, suatu saat nanti pasti bisa," jelas Aziz Hedra kecil di akun Instagram miliknya.
Advertisement
1. Pertanyaan untuk Diri Sendiri di Masa Lalu
Uniknya, sosok Aziz kecil dalam video itu seolah mempertanyakan kembali kebahagiaan yang seharusnya dirasakan Aziz dewasa setelah mimpinya benar-benar terwujud. Pertanyaan tersebut menjadi sindiran halus sekaligus refleksi tentang perubahan yang terjadi dalam dirinya setelah menjadi penyanyi yang dikenal luas.
"Nah, terus sekarang udah jadi kan? Tapi kok kelihatannya nggak senang? Dulu kamu pengen lagunya didengarin banyak orang. Sekarang udah didengarin kok kamu malah banyak mikir? Kesempatannya udah ada kok malah nanya masih pantas atau enggak? Jadi selama ini yang berubah dunia atau kamu?" sambung Aziz kecil.
Perjalanan Aziz di industri musik memang tidak lepas dari kesuksesan besar lagu Somebody's Pleasure yang dirilis pada 27 Januari 2023. Lagu yang ditulisnya sendiri sejak setahun sebelum dirilis itu langsung melejit dan masuk tangga lagu Viral 50 Spotify Indonesia, bahkan meluas hingga masuk Viral 50 di 13 negara.
Popularitas Somebody's Pleasure bahkan berhasil menembus posisi puncak di Indonesia, Malaysia, Filipina, serta Viral Global. Pencapaian ini turut mengantarkan Aziz terpilih sebagai salah satu musisi dalam program Spotify RADAR 2023 yang memperkenalkan musisi baru kepada pendengar secara global.
2. Ternyata Tak Semudah yang Dibayangkan
Meski demikian, Aziz mengaku bahwa bayangannya tentang dunia musik jauh berbeda dengan kenyataan yang ia hadapi. Ia sempat berpikir bahwa menjadi penyanyi cukup dengan memiliki satu lagu yang bagus, namun industri musik ternyata membawa tantangan yang jauh lebih kompleks dari itu.
"Dulu aku pikir jadi penyanyi itu cukup dengan punya lagu bagus. Tapi ternyata gak segampang itu. Di industri ini, satu lagu bisa ngubah kehidupan kamu," jelas Aziz Hedra dewasa.
Popularitas Somebody's Pleasure rupanya membawa konsekuensi tersendiri bagi Aziz. Ekspektasi publik terhadap karya-karya berikutnya kian membesar, hingga muncul kekhawatiran dalam dirinya soal kemampuan mengulang pencapaian yang sama.
"Tapi, satu lagu juga bisa bikin orang berharap lebih kepada kamu. Karena berharap kamu mengulang keajaiban yang sama. Takut kalau suatu hari nanti, aku gak bisa memenuhi harapan mereka," jelasnya.
Selain torehan prestasi di panggung musik, nama Aziz Hedra juga sempat dipajang di papan reklame kawasan Times Square, New York, Amerika Serikat sebagai bagian dari program Spotify RADAR Global. Momen bergengsi itu hadir bersamaan dengan pencapaian Somebody's Pleasure yang telah menembus lebih dari 100 juta kali pemutaran di platform streaming musik tersebut.
3. Simpan Ketakutan
Di balik segudang pencapaian tersebut, Aziz tak menampik masih menyimpan kekhawatiran mengecewakan para pendengar setianya. Baginya, menjaga kepercayaan publik ternyata jauh lebih berat dibandingkan proses mengejar mimpi itu sendiri.
"Takut mengecewakan orang-orang yang selama ini percaya sama aku. Dan ternyata, menjaga mimpi itu jauh lebih sulit daripada mengejarnya," pungkasnya.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/pur/ums)
Advertisement
