CLOSE

Suasana Jazz Gunung Bromo 2026 Hari Pertama: Plutato, Bilal, hingga Isyana

Suasana Jazz Gunung Bromo 2026 Hari Pertama: Plutato, Bilal, hingga Isyana
Plutato dan Cait Lin di BRI Jazz Gunung Bromo 2026 (credit: KapanLagi.com)

Kapanlagi.com - BRI Jazz Gunung Bromo 2026 memasuki puncak gelaran pada Jumat dan Sabtu, 24–25 Juli 2026. Hari pertama dimulai pukul 15.30 WIB di Jiwa Jawa Bromo Amphiteater, menghadirkan rangkaian penampilan yang berpadu dengan hawa pegunungan yang kian dingin menjelang malam.

Tahun ini, format festival terbagi menjadi dua waktu, termasuk sesi Before Sunset untuk penonton yang ingin menikmati aksi sejak sore. Rangkaian pengisi hari pertama mencakup musisi mancanegara dan lokal, dari Plutato feat. Cait Lin hingga Bilal Indrajaya, lalu berlanjut ke Batavia Collective, Ring of Fire, dan ditutup oleh Isyana Sarasvati.

Di luar panggung musik, penyelenggaraan BRI Jazz Gunung Bromo 2026 juga menghadirkan pameran seni Bromopedia. Program ini berkolaborasi dengan Pascasarjana ISI Jogjakarta dan seniman Pasuruan, menampilkan karya disertai kisah di balik proses kreatifnya, dari instalasi hingga fotografi interaktif. Pameran dibuka hingga bahkan setelah rangkaian festival selesai.

Pengunjung juga dapat menikmati area UMKM yang bekerja sama dengan BRIMO, menawarkan merchandise serta kuliner dari pelaku usaha setempat dengan beragam promo.

1. Panggung Sore: Plutato feat. Cait Lin

Trio jazz asal Taiwan, Plutato, membuka hari pertama dengan komposisi Woman Crosses The Street. Permainan mereka mengisi amfiteater sejak sore, saat suhu mulai turun dan kabut tipis sesekali melintas.

Memasuki lagu ketiga, Cait Lin hadir sebagai penampil tamu. Vokalnya berpadu rapat dengan musik Plutato, menciptakan nuansa yang mengajak penonton seperti melayang ke 'luar angkasa'.

Di sela penampilan, Cait Lin beberapa kali menyapa penonton dalam Bahasa Indonesia. Ia juga menyampaikan akan belajar bahasa lebih jauh ketika kembali lagi agar bisa berinteraksi lebih mudah dengan penikmat musik di Indonesia.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Bilal Indrajaya Menemani Senja

Bilal Indrajaya di BRI Jazz Gunung Bromo 2026 (credit: KapanLagi.com)

Sesi Before Sunset berlanjut dengan musisi yang banyak dinantikan, Bilal Indrajaya. Antusiasme memuncak bahkan sejak MC menyebut namanya, disambut seruan penonton yang tidak sabar menunggu kehadirannya di panggung.

Bilal menyapa dengan suara lembut, lalu bersama band membawakan deretan lagu, termasuk NPT, Dara, dan Mustahil. Aransemen yang hangat menemani perubahan cahaya sore menuju senja.

Di tengah set, Bilal berbagi latar belakang beberapa lagu. Kaos Kaki Merah ditulis dua tahun lalu dan menurutnya memiliki judul yang unik. Ada pula satu nomor yang ia persembahkan untuk mendiang road manager yang wafat tahun lalu. Dari awal hingga akhir, ia memanjakan penonton yang memenuhi Jiwa Jawa Bromo Amphiteater.

3. Usai Rehat: Batavia Collective dan Kolaborasi Ring of Fire

BRI Jazz Gunung Bromo 2026 (credit: KapanLagi.com)

Setelah rehat sekitar satu jam, panggung kembali dibuka oleh Batavia Collective. Trio Doni Joesran, Elfa Zulham, dan Kenny Gabriel, sebagaimana mereka sampaikan dalam konferensi pers, tampil tanpa setlist baku. Mereka memainkan materi mengikuti suasana hati, respons penonton, dan momen di atas panggung.

Di tengah penampilan, kejutan hadir saat Justin dari Plutato serta Cait Lin bergabung. Cait Lin menyebut Batavia Collective populer di Taiwan dan mengaku antusias dapat sepanggung dengan mereka.

Usai Batavia Collective, giliran Ring of Fire mengambil alih. Perpaduan jazz dan unsur tradisional memberi kehangatan pada suasana Bromo yang kian menusuk. Formasi kali ini menghadirkan kolaborasi bersama Sri Hanuraga di piano dan Simone Prattico, drummer asal Italia. Menariknya, sebelum tampil di BRI Jazz Gunung Bromo 2026, mereka sempat menjalani sesi latihan melalui Zoom.

Repertoar Ring of Fire tidak hanya berisi karya mereka sendiri, tetapi juga dua gubahan baru buatan Sri Hanuraga yang khusus dipentaskan perdana di BRI Jazz Gunung Bromo 2026. Salah satunya terinspirasi dari kolaborasi Sri Hanuraga bersama Ring of Fire dan Simone Prattico. Penampilan mereka memperoleh aplaus meriah dari penonton.

4. Penutup Hari Pertama: Isyana Sarasvati dan Dingin Bromo

Hari pertama ditutup oleh Isyana Sarasvati. Ia langsung mengisi panggung dengan piano dan vokal yang kuat, menjadi penanda fase akhir malam di Bromo.

Di sela lagu, Isyana melontarkan beberapa celetukan ringan dan menyebut bibirnya sampai kaku karena cuaca yang dingin. Pada momen lain, ia mengaku tidak menyangka ketika ada penonton yang menyebut mendengarkan lagunya berjudul Under God's Plan.

Meski suhu menurun hingga di bawah 10 derajat celsius, Isyana tetap berenergi dan membuat penonton merasa 'panas'. Aksi panggungnya menutup rangkaian hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/pit)

Rekomendasi

Trending