Siap Digelar, Jazz Gunung Bromo Jadi Konser Pertama yang Berpenonton di Luar PPKM

Sabtu, 25 September 2021 12:49


©Jazz Gunung Bromo 2021

Kapanlagi.com - Jazz Gunung Bromo siap kembali digelar di tahun 2021 ini. Berlangsung di tengah masa pandemi, Jazz Gunung Bromo 2021 tetap menerapkan protokol kesehatan ketat untuk para penonton yang nantinya akan hadir. Tak hanya prokes, sudah vaksin menjadi salah satu syarat wajib bagi penonton yang ingin menikmati musik jazz dengan latar Gunung Bromo yang dingin dan indah ini. 

Kolaborasi pemerintah dan kelompok masyarakat di gelaran Jazz Gunung Bromo 2021 menjadi kunci terwujudnya pergelaran seni dan budaya di tengah masa PPKM. Berdasarkan data assesmen level Covid-19 di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo sudah turun menjadi PPKM level 2.

Hal ini tentu saja menjadi kabar baik, sesuai peraturan PPKM yang berlaku untuk level 2, bahwa sektor pertunjukkan seni dan budaya sudah bisa dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Untuk itu secara resmi Jazz Gunung Bromo 2021 akan diselenggarakan tanggal 25 September 2021 dengan kapasitas penonton maksimal 25% atau setara 500 penonton. Tiket bisa didapatkan di www.jazzgunung.com dengan tarif Tribune Rp750.000, VIP Rp1.000.000, dan VVIP Rp1.250.000.

Untuk penampil pada konser Jazz Gunung Bromo 2021 ini akan dimeriahkan oleh Ring of Fire Project feat. Fariz RM, JANAPATI (Dewa Budjana dan Tohpati), Dua Empat, Surabaya Pahlawan Jazz, dan The Jam’s (Otti Jamalus dan Yance Manusama.)

"Jazz Gunung Bromo 2021 adalah jawaban atas bagaimana beradaptasi dengan aturan PPKM dan menjadi titik kebangkitan penyelenggaraan event seni dan budaya. Dengan disiplin dari semua pihak dan vaksinasi, kita semua akan mampu menyelamatkan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara bersama-sama," ungkap penggagas Jazz Gunung Indonesia dan juga Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Sigit Pramono.

Keterangan tersebut disampaikan dalam kesempatan Press Conference Virtual Jazz Gunung Bromo 2021 yang diselenggarakan pada Kamis, 23 September 2021 bersama Presiden Direktur BCA (Jahja Setiaatmadja), Sinarto (Kadisbudpar Jawa Timur), Dewa Budjana, dan Bintang Indrianto (Penampil dan Kurator Jazz Gunung Indonesia).

1. Prokes Ketat

Jazz Gunung Indonesia memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk pemerintah, pengisi acara, serta penonton yang disiplin terhadap prokes dan aturan PPKM. 

"Saya mewakili ibu gubernur (Khofifah Indarparawansa) sangat mengapresiasi dan mendukung langkah Jazz Gunung Bromo saat level PPKM di Jawa Timur sudah turun menjadi level 2 dan 1. Sebanyak 1 juta lebih wisatawan nusantara telah hadir di kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru sebelum pandemi. Semoga apa yang dilakukan Jazz Gunung turut mengangkat kembali wisata di daerah tersebut dengan prokes ketat yang diterapkan," ungkap kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Jawa Timur, Sinarto.

Semua orang yang berada di kawasan amfiteater pertunjukan Jazz Gunung Bromo 2021 wajib menjalankan protokol kesehatan, melakukan test antigen oleh, dan wajib sudah divaksin. Penyelenggara juga menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer dalam jumlah yang memadai.

"Musisi dan seniman saat ini sangat disiplin, kami bergerak dan beradaptasi dengan prokes yang berlaku demi berjalannya kembali industri musik seperti sebelum pandemi melanda. Semoga Jazz Gunung Bromo jadi satu momentum percontohan event lain untuk bisa juga beradaptasi," kata Dewa Budjana.

2. Beradaptasi

Menjadi salah satu event tahunan, Jazz Gunung pun ditantang oleh kemenparekraf untuk bisa beradaptasi dan memberikan dampak berarti bagi ekosistemnya.

"Kita harus hidup berdampingan dengan pandemi. Kita kehilangan bagaimana menikmati musik, terutama pecinta jazz disajikan secara langsung. Lalu wisata yang menjadi andalan perekonomian kita juga harus turut digerakkan. Jazz Gunung Bromo pada hakikatnya untuk mengembalikan dan mengingatkan bahwa wisata salah satu yang mendatangkan devisa dan perekonomian masyarakat lokal bergerak. Ini perpaduan yang baik antara musik dan pariwisata. Sebab itu kami mendukung Jazz Gunung Bromo 2021 yang berhasil membuat satu ekosistemnya," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.

Digelarnya Jazz Gunung Bromo 2021 ini menjadi salah satu simbol kebangkitan dari segala sektor di sekitar gunung Bromo dan juga daerah Probolinggo dan sekitarnya. 

 

3. Jadi Contoh

Sigit Pramono menambahkan, Jazz Gunung Bromo 2021 ini juga akan menjadi contoh dan standar baru penyelenggaraan konser musik di tempat terbuka, terutama di Indonesia, dengan protokol yang sangat ketat dan disiplin.

"Dengan penyelenggaraan Jazz Gunung Bromo 2021 ini, kami ingin menegaskan bahwa kita harus siap untuk bangkit dan beradaptasi dengan pandemi dan peraturan PPKM. Pertunjukkan ini akan menjadi semacam showcase, bagaimana kolaborasi pemerintah dan kelompok masyarakat mampu menyelenggarakan konser di tengah pandemi dengan protokol yang sangat ketat," tutup Sigit.

(kpl/dwn)