Diterbitkan:
Soal pemboikotan lagu-lagu Indonesia ini, menurut personil Raihan, Abu Bakar hanya sebuah protes dari musisi Malaysia yang merasa tersisihkan. "Saya sempat lewat di suatu daerah di Malaysia ada satu media yang menulis 'Boikot Lagu Indonesia.' Itu sebenarnya nggak ada istilah boikot dari teman-teman musisi di Malaysia," ungkap Abu Bakar yang ditemui seusai konser "The Spirit of Ramadhan" yang digelar Selasa malam (09/09) di Plenary Hall, JCC.
"Seolah-olah ada masalah dengan orang seni Malaysia dan orang seni Indonesia. Jadi isu yang sebenarnya musisi Malaysia meminta kepada penguasa untuk mem-protek anak bangsa agar jangan sampai anak bangsa mengalami kesusahan," tambahnya.
Masih menurut Abu protes ini sebenarnya tak pada tempatnya, pasalnya musisi negerinya masih menjadikan musik Indonesia sebagai referensi. "Jadi mereka bukan protes artis-artis Indonesia. Gimana mau diboikot. Referensinya aja dari lagu Dewa, Gigi, seperti band-band baru pun nuansanya sudah seperti Indonesia punya band. Jadi mereka suka, bagaimana mau diboikot. Ini sebenarnya tidak pantas disuarakan oleh artis dari Malaysia. Tapi karena penguasa tidak menjalankan pekerjaannya, jadi dengan terpaksa teman-teman artis menyuarakannya," terang Abu Bakar.
Advertisement
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/hen/erl)
Advertisement
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia
Apa Itu Post-Holiday Bues Usai Libur Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Rendang hingga Opor, Ini Deretan Masakan Pelengkap Ketupat yang Wajib Ada saat Lebaran
Cara Memasak Rendang agar Daging Empuk dan Santan Tidak Pecah, Tips Sajian Matang Sempurna