Onrop, Drama Musikal Penuh Kritikan
Joko Anwar
Kapanlagi.com - Hari ini pentas drama musikal, Onrop, resmi dibuka untuk pertunjukan umum. Penampilan perdana untuk tamu dan undangan, kemarin malam Jumat, (13/11), berlangsung sukses dan memukau penonton yang hadir.
Joko Anwar, sutradara Onrop, menyebut persiapan yang cukup membuat penampilan Onrop bisa maksimal. "Dari awal audisi kami menerapkan standar talent berbakat. Bukan karena kepopuleran. Kalau ada yang kebetulan populer itu juga melalui audisi yang ketat," katanya usai pementasan di Teater Besar, TIM, Jakarta Pusat.
Onrop mengisahkan kondisi Indonesia tahun 2010. Kekacauan melanda negeri karena adanya peraturan baru polisi moral yang melarang rakyat berbicara kata-kata berbau seksual. Selain itu, perempuan dilarang menggunakan pakaian yang tingginya kurang lebih 10 centimeter dari kaki. Kekerasan terjadi di mana-mana. Apalagi dari bagi perempuan yang serba dibatasi. Pelanggar peraturan akan dibuang ke pulau Onrop. Dikisahkan, pulau Onrop adalah pulau tempat orang-orang primitif, tak beragama, dan pelaku seks bebas.
Bramanto, seorang penulis buku, terjebak dalam kondisi tidak menyenangkan karena menyebut kata telanjang di dalam novel terbarunya. Melalui persidangan, Bram dinyatakan bersalah dan harus dibuang ke pulau Onrop. Sebelum pembuangan berlangsung, Bram berpesan pada pacarnya Sari agar tidak nekad dan mengalami hal yang sama dengannya.
Advertisement
Rupanya, pulau Onrop tak seperti yang dicitrakan. Di pulau yang ditakuti itu, orang bebas berekspresi dan bertoleransi besar.
"Saya ingin sampaikan seni adalah obat kekerasan. Masyarakat kita semakin tipis toleransinya. Makanya cerita saya buat dengan menyesuaikan kondisi masyarakat," papar Joko.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
Berita Foto
(kpl/uji/faj)
Advertisement
