Musisi Dangdut Ini Bukan Asli Indonesia

Jum'at, 08 Agustus 2014 22:00  | 

Arreal Tilghman



Rhoma Irama © KapanLagi.com®

Kapanlagi.com - Musik dangdut di Indonesia dikenal dengan salah satu genre yang dibilang merakyat. Di manapun acara musik dangdut digelar pasti tak akan sepi penonton. Apalagi jika salah satu jenis dangdut yang dibawakan adalah dangdut koplo, maka dijamin akan penuh sesak.

Namun tak selamanya musik sejuta umat ini dibawakan dan disukai oleh orang Indonesia saja. Ada beberapa musisi dari luar negeri yang memilih untuk membawakan genre yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama dan Elvie Sukaesih ini. Soal penggemar pun sudah ada di luar negeri yang memang menyukai dan menerima dangdut di telinga mereka.

Berikut ini adalah beberapa musisi luar Indonesia yang memilih untuk berada di aliran tersebut. Mereka pun mempunyai penggemar tersendiri yang menggemari dangdut khas dari penyanyi atau grup ini. Siapa saja mereka yang populer di luar negeri karena dangdut? Simak yang berikut ini.

Baca Juga

5 Penyanyi Luar Negeri Ini Bernyanyi Lagu Bahasa Indonesia!

(kpl/abr)

1. Arreal Tilghman

Arreal Tilghman merupakan musisi asli Amerika yang mempopulerkan dangdut di Negeri Paman Sam tersebut. Sebelum terkenal dengan dangdut seperti sekarang ini, ia terlebih dahulu mengikuti sebuah kontes yang diadakan oleh sebuah perusahaan rekaman, New Sound Release. Kontes yang digelar merupakan kejuaraan yang khusus melombakan lagu dengan aliran dangdut, dan diprakarsai oleh wanita asal Indonesia, Rissa Asnan.

Tilghman memenangkan kompetisi pencarian bakat dangdut tersebut di tahun 2008 dan kontes tersebut baru digelar pertama kali saat itu. Thilgman pun akhirnya diberangkatkan ke Indonesia untuk belajar dangdut lebih dalam sekaligus memasarkan musik tersebut di Indonesia maupun Amerika. Saat di Indonesia, ia dilatih oleh musisi kawakan Trie Utami, dan hal ini membuatnya mantap membawa dangdut go international.

Album dangdut perdana Tilghman resmi dirilis pada 12 September 2008 di Amerika. Dalam peluncuran album yang dinamai DANGDUT IN AMERICA tersebut, banyak respon positif bagi para pendengar di sana. Dengan munculnya album tersebut, ia mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai penyanyi dangdut asing pertama.

2. Andrew Weintraub

Ternyata musik dangdut pun tak luput dari pengamatan para peneliti di Amerika dan salah satunya yang tertarik adalah Profesor Andrew Weintraub, Ph.D. Ia merupakan ilmuwan yang berasal dari University of Pittsburgh dan sangat serius untuk mendalami musik dangdut. Ia pun melakukan riset khusus untuk meneliti tentang perkembangan musik dangdut di Indonesia.

Demi penelitiannya tersebut Weintraub bahkan mendatangkan legenda dangdut Rhoma Irama di kampusnya. Ia belajar banyak tentang musik tersebut setelah banyak berdiskusi tentang asal-usul, perkembangan dan tokoh-tokoh dangdut dengan pelantun lagu Begadang tersebut. Bahkan dirinya sempat ikut dalam tur di Jawa dari grup musik milik Rhoma yaitu Soneta.

Ia pun memprakarsai berdirinya band dangdut bernama Dangdut Cowboys di Amerika. Lagu-lagu milik Rhoma Irama menginspirasinya untuk membawakan musik ini. Risetnya tentang dangdut pun telah diedarkan di perguruan tinggi Amerika, Eropa, dan Asia.

3. OM Ranema

Grup ini merupakan orkes melayu asli Jepang yang berdiri pada Oktober 1996 dan menggunakan nama OM Eksis sebelumnya. Mereka merupakan musisi dangdut yang populer di negeri sakura tersebut, dan Ranema adalah singkatan dari Rakyat Negeri Matahari. Grup ini pula yang mempopulerkan aliran J-Dangdut atau Japanese Dangdut.

Orkes ini terdiri dari Hamdan Ooki, Kasep Ohya, Ebizo, Bintan Balu Nakamura, Hide Shindoh, M. Yokota, Dorce Zab, Emily Chang, C. Endoh, Venndy, Yuki Shara, Ukulele Windii dan Erika A. OM Ranema biasanya membawakan lagu-lagu dari penyanyi dangdut Indonesia ternama seperti Evie Tamala, Iis Sugiarto, dan Elvie Sukaesih. Genre yang mereka bawakan pun bisa bersaing dengan aliran lain di Jepang seperti J-Rock dan J-Pop.

Beberapa konser telah mereka gelar di beberapa daerah di Jepang seperti di Shinjuku, Akasaka dan Shibuya. Mereka juga pernah menjadi bintang tamu dalam acara Indonesia Festival yang digelar di sebuah club daerah Ebisu.

4. Dangdut Cowboys

Dangdut Cowboys merupakan band dangdut yang dibentuk oleh Andrew Weintraub, seorang etnomusikolog Amerika. Berawal dari risetnya di Jawa Barat tentang musik tradisional Indonesia. ia mulai mendengarkan musik dari Rhoma Irama. Sejak itu ia menyukai dangdut dan memutuskan untuk membuat grup sendiri ketika kembali ke Pittsburgh.

Di bawah arahan Weintraub, band ini beranggotakan Kevin Paulraj, Ben Rainey, dan Mike Witmore. Ia terlebih dahulu mengenalkan musik dangdut baik melalui rekaman maupun secara langsung ketika band ini akan dibentuk. Uniknya, walaupun mereka membawakan dangdut, kostum yang mereka gunakan adalah kostum koboi yang identik dengan musik country.

Agar musik dangdut ini bisa diterima oleh telinga orang Amerika, Dangdut Cowboys memiliki cara sendiri untuk mengolahnya. Mereka melakukan aransemen khusus pada musik dangdut, dengan mengkombinasikannya bersama irama latin dan country, walhasil lagu dangdut ciptaan grup ini memiliki penggemar tersendiri di sana.

5. Sabah Habas Mustapha

Sebelum beralih menuju aliran dangdut, Mustapha tergabung dalam band progressive rock asal Inggris yaitu Camel. Ia sendiri terkenal sebagai musisi, produser dan penulis lagu yang pernah mendapatkan beberapa penghargaan. Tak hanya berkarya di Camel, ia juga membentuk grup musik populer, 3 Mustaphas 3.

Pria ini sesungguhnya memiliki nama asli Colin Bass dan menetap di Indonesia pada tahun 1991. Di Indonesia, ia melakukan eksplorasi pada musik dangdut dan sempat menelurkan beberapa album khusus lagu dangdut. Dalam eksperimen di genre dangdut, ia menciptakan sebuah lagu berjudul Denpasar Moon yang rilis pada 1994 di Jakarta.

Lagu tersebut langsung populer di Indonesia setelah dibawakan penyanyi asal Filipina yaitu Maribeth. Saking terkenalnya, lagu ini telah dicover oleh lebih dari 50 musisi dari Indonesia, Malaysia, dan Jepang. Karyanya yang terkenal antara lain adalah Jalan Kopo yang rilis pada 1998 dan So La Li yang populer di tahun 1999.

6. OM Hati93

Satu lagi grup musik Jepang yang menganut aliran dangdut yaitu Orkes Melayu Hati93. Uniknya, bukan dangdut biasa yang mereka nyanyikan, melainkan salah satu jenis yang paling populer saat ini yaitu dangdut koplo.

Mereka biasa membawakan lagu dangdut khas Indonesia seperti Kopi Dangdut, Goyang Dombret dan Mabuk Janda. Walaupun berasal dari Jepang, pelafalan dari lirik lagu yang berbahasa Indonesia mampu mereka ucapkan dengan baik tanpa kesulitan.

OM Hati93 juga turut mempopulerkan aliran J-Dangdut baik di Indonesia maupun Jepang. Mereka pernah berkolaborasi dengan OM Ranema pada sebuah acara yang digelar di A.A. Company, Tokyo pada 22 Oktober 2006 lalu.

(kpl/abr)