MTN Seni Budaya Perkuat Daya Saing Musisi Indonesia di Pasar Global

© Istimewa
Kapanlagi.com - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program prioritas nasional Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya kembali memperkuat kapasitas musisi Tanah Air agar mampu bersaing di pasar internasional.
Bersama ekosistem WartaJazz, MTN Seni Budaya menggelar masterclass bertajuk EPK & Festival Pitching Masterclass sebagai bagian dari rangkaian pra-acara Indonesian World Jazz Meeting (IWJM) 2026.
Program MTN AsahBakat ini dirancang untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi banyak musisi Indonesia saat ingin menembus panggung global.
Advertisement
1. Langkah Konkret
Tidak sedikit karya musisi lokal yang dinilai berkualitas, namun belum mampu lolos kurasi festival internasional karena minimnya pemahaman terkait standar dokumen promosi hingga teknik komunikasi profesional dengan kurator dunia.
Melalui masterclass tersebut, peserta akan mendapatkan pelatihan intensif mengenai penyusunan Electronic Press Kit (EPK), pembuatan Tech Rider berstandar internasional, hingga strategi pitching yang efektif kepada penyelenggara festival mancanegara. Kemampuan tersebut dinilai penting agar musisi Indonesia tidak hanya unggul secara artistik, tetapi juga siap secara profesional di level industri global.
Koordinator Tim Ahli Musik, Aristofani Fahmi, mengatakan kolaborasi antara MTN Seni Budaya dan WartaJazz merupakan langkah konkret pemerintah dalam membuka akses pasar internasional bagi talenta lokal. Menurutnya, penguatan kapasitas profesional menjadi bagian penting dalam membangun daya saing musisi Indonesia.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Miliki Daya Saing

"Melalui program MTN AsahBakat, kami ingin memastikan bahwa seniman kita tidak hanya unggul dalam proses kreatif, tetapi juga memiliki daya saing profesional di level industri internasional," ujar Aristofani Fahmi dalam keterangan resminya.
Masterclass tersebut akan digelar secara daring melalui platform Zoom pada Sabtu, 30 Mei 2026 mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai untuk sesi pertama. Sementara sesi kedua dijadwalkan berlangsung pada awal Juni 2026. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman global di industri musik dan festival internasional.
Salah satu pembicara yang hadir adalah Tesla Manaf, musisi dan komposer lintas genre yang dikenal aktif membawa proyek eksperimentalnya ke berbagai panggung internasional. Selain itu, ada pula Satria Ramadhan selaku Founder SRM Bookings & Services yang memiliki platform showcase AXEAN.
3. Strategi yang Efektif
Nama lain yang turut menjadi pembicara ialah Rani Jambak, sound artist sekaligus peneliti budaya yang dikenal ahli dalam mengemas narasi tradisi Nusantara untuk audiens dunia modern.
Sementara Agus Setiawan Basuni, Founder dan Managing Director WartaJazz Ecosystem serta Indonesian World Jazz Meeting, akan membagikan pengalaman mengenai proses kurasi festival internasional dan strategi pitching yang efektif.
Acara ini akan dipandu oleh Aji Wartono, kurator jazz dan festival/programming director berpengalaman yang akan menjembatani diskusi antara aspek artistik musisi dengan kebutuhan praktis industri musik global.
4. Gagal Kurasi
Agus Setiawan Basuni menyebut banyak musisi Indonesia sebenarnya memiliki kualitas karya yang baik, namun sering gagal di tahap kurasi akibat dokumen teknis yang belum memenuhi standar internasional.
"Seringkali karya musisi kita sudah sangat baik, namun gagal di tahap kurasi hanya karena dokumen teknis yang tidak standar. Di masterclass inilah kami akan membedah 'isi kepala' para kurator festival dunia agar musisi kita bisa lebih efisien dalam melakukan pitching," kata Agus.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/pur/tdr)
Advertisement
D Academy 8
- Mantan Pacar SelebritiLesti Kejora & Rizky Billar Undang Rizki-Ridho DA ke Podcast, Momen Akrab Bareng

- Update DangdutRobi DA7 & Dewi Hani Jayanti Rilis Duet 'Aku Terjatuh'













































