Mengenang Mamiek Prakoso Lewat Nyanyian

Senin, 04 Agustus 2014 16:01  | 

Mamiek Prakoso



Mamiek Prakoso

Kapanlagi.com - Kabut duka menyelimuti dunia hiburan Indonesia dengan kepergian kekal salah satu pelawak legendaris, Mamiek Prakoso. Pelawak dengan ciri khas rambut pirang di bagian kiri kanan ini, meninggal dunia akibat penyakit liver yang dideritanya pada Minggu (3/8).

Siapa sangka jika komedian yang terkenal dengan istilah Makbedunduk ini juga pintar bernyanyi dan menciptakan lagu. Darah seni dari sang Ayah, Ranto Edi Gudel menurun kepada dirinya dan banyak menciptakan beberapa lagu campursari.

Selain menjadi pelawak dan aktor, Mamiek sempat terjun ke dunia tarik suara. Beliau menciptakan beberapa lagu yang dinyanyikan sendiri atau dibawakan oleh penyanyi lain.

Mengenang sosok pelawak yang bersahaja ini, berikut kami paparkan lagu-lagu kenangan yang telah beliau persembahkan di dunia musik Indonesia. (kpl/faj)

1. Cintanya Tertambat di Grojogan Sewu

Darah seni musik dari sang Ayah menurun pada Mamiek Prakoso yang memiliki suara yang bagus. Meledaknya musik Campursari pada pertengahan 2000an membuat Mamiek terjun ke dunia tarik suara.

Dia menciptakan lagu berjudul Grojogan Sewu yang terinspirasi dari sebuah obyek wisata di Tawangmangu, Jawa Tengah. Lagu bertemakan cinta ini menceritakan sebuah kenangan dua sejoli yang menambatkan janji cintanya di sana.

Di kalangan penggemar lagu-lagu Campursari, lagu ini menjadi favorit dan sering dirikues di berbagai acara. Karyanya juga sempat didokumentasikan dalam format VCD bersama penyanyi campursari lainnya.

2. Ora Tak Gagas, Polemik Rumah Tangga

Candaan segar dari keseharian juga dituangkan oleh Mamiek dalam lagu ciptaannya. Seperti halnya lagu Ora Tak Gagas yang menceritakan polemik dalam setiap rumah tangga.

Lagu dengan lirik bahasa Jawa dan balutan musik campursari ini juga memiliki petuah-petuah bagus di dalamnya. Mamiek juga mengemas lagu ini dengan klip yang kocak dan menghibur.

3. Cidro, Lagu Sakit Hati

Selain tembang cinta yang berbunga-bunga dan dikemas dengan gaya humor, Mamiek Prakoso juga melantunkan lagu cinta yang mengharu biru. Cidro menceritakan kisah cinta seseorang yang harus berakhir akibat ingkar janji.

Lagu berjudul Cidro tersebut kini lebih populer karena sudah sejak lama dibawakan ulang oleh Didi Kempot di salah satu albumnya terdahulu. Didi Kempot sendiri merupakan adik kandung dari Mamiek yang fokus mengikuti jejak sang Ayah untuk menjadi penyanyi campursari.



4. Kasmaran Seperti Petruk Wuyung

Memiliki studio musik di rumahnya membuat Mamiek leluasa menciptakan lagu. Berbagai lagu ia ciptakan, termasuk Petruk Wuyung yang sempat populer pada awal tahun 2000-an.

Petruk Wuyung atau dalam bahasa Indonesia menceritakan sosok Petruk yang tengah kasmaran karena di tinggal kekasihnya. Petruk pun mencoba membuka hati pada setiap wanita, namun dia kebingungan untuk menentukan pilihan, hingga akhirnya Petruk tetap sendiri.

Sebenarnya masih banyak karya Mamiek yang telah diciptakan dan dinyanyikan. Sayangnya karena minimnya dokumentasi yang ada membuat kesulitan dalam memetakan karyanya.

(kpl/faj)