Masyarakat Jatim Antusia Saksikan Dewa Budjana Duet Duo Midway
Kapanlagi.com - Sekitar 600 orang pecinta musik memadati pertunjukan musik kontemporer Dewa Budjana Trio dengan Duo Midway dalam rangkaian Festival Seni Surabaya (FSS) 2005 di Balai Pemuda Surabaya, Kamis malam (9/6).
Kapasitas gedung pertunjukan di Balai Pemuda itu sebenarnya hanya sekitar 500 orang, sehingga banyak penonton yang berdiri karena tempat duduk lesehan dan tribun yang disediakan panitia penuh.
Budjana yang biasanya menjadi personel gitar dari Grup Band GIGI mengaku senang bisa tampil di Balai Pemuda. Ia mengaku diundang untuk tampil dalam ajang FSS itu sejak tahun lalu, namun karena ada jadwal lain akhirnya batal.
"Baru kali ini saya bisa, saya senang sekali. Sekolah saya SMP dan SMA di Surabaya, jadi malu-maluin kalau tidak pernah tampil di Balai Pemuda ini. Ini baru pertama kali saya tampil di Balai Pemuda," kata lelaki asal Bali yang saat itu mengenakan busana serba putih itu.
Advertisement
Ia mengawali pertunjukanya dengan tampil solo memetik gitar sekitar lima menit. Setelah itu keluar dua personel, yakni Djalu (perkusi atau kendang Sunda) dan Saad (flute yang berasal dari suku Dayak, Kalimantan).
"Kami berasal dari pulau yang berbeda, tapi kami bisa menyatu," kata Budjana setelah mengakhiri lagu pertama dan memperkenalkan rekan-rekannya.
Dewa Budjana Trio yang merupakan "proyek" musik untuk kepuasan batin Budjana itu tampil dengan berbagai warna musik, seperti jazz, melayu bahkan dangdut dan juga terdengar seperti musik Timur Tengah.
Berkali-kali penonton memberikan tepukan panjang di tengah-tengah Budjana memainkan gitar dipadu dengan seruling Saad dan kendangnya Djalu.
Musik mereka terkadang rancak, kemudian pelan dan tak jarang mendayu-dayu pada saat permainan seruling Saad lebih dominan.
Pada sesi pertama, kelompok Duo Midway juga tak kalah menariknya. Penonton cukup terhibur dengan eksperimen musik yang dimotori S Yasudah dari Solo dengan Dody Satya Ekagustdiman asal Bandung itu.
Beberapa kali penonton berdecak kagum dengan keterampilan S Yasudah memainkan piano dan alat-alat musik sederhana. Lebih semarak lagi ketika Dody memainkan kendang dan S Yasudah memainkan drum.
Duo Midway adalah bertemunya aliran dua pikiran yang berbeda, namun gagasan satu sama lain saling mengisi dan saling melaras-luruskan bunyi secara alami.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
(*/dar)
Advertisement












































