Marcell Siahaan, Edwin Cokelat dan Yuki Pas Band Konspirasi Musik Rock

Rere Rizkarima  |  Minggu, 13 Desember 2009 08:49
Marcell Siahaan, Edwin Cokelat dan Yuki Pas Band Konspirasi Musik Rock
Edwin Cokelat

Kapanlagi.com - Untuk pertama kali konspirasi aliran para musisi dilakukan, dengan perbedaan aliran musik seluruhnya disatukan dalam satu panggung guna mengenang kembali akan aliran musik rock di era '90-an. Kali ini Marcell Siahaan tidak tampil untuk menunjukkan kemahirannya bernyanyi, tapi harus bermain sebagai drummer. Sedangkan Yuki dari Pas Band dan Chandra Cupumanik harus menjadi vokal, Roma Sophiaan dari Killed by Butterfly  bermain bass dan Edwin Cokelat  di gitar.

Para musisi band tersebut seluruhnya tampil pada, Jumat (11/12) di Retro Septive Capital Building, Jln.H.A.Malik Medan dalam rangkai musik yang bertajuk X MILD XPERIENCE SEATTLE SOUND. Konser musik tersebut seluruhnya untuk mengenang kembali akan musisi rock alternatif di era '90-an, seperti Nirvana, Pearl Jam, Alice In Chains, serta beberapa band lainnya.

Ratusan kawula muda memadati are lokasi tersebut, khususnya para pencinta aliran musik band-band di era '90-an. Saat tampil di panggung para penonton langsung memberikan aplaus meriah karena konser ini yang pertama kali digelar.

Marcell, Edwin, Yuki dan kawan-kawan menghentak panggung sekitar pukul 23.00 WIB setelah sebelumnya panggung dihentak para dancer. Dalam penampilannya Marcell, Edwin, dan Yuki benar-benar mampu menunjukkan akan kemampuan dengan hentak-hentak musik yang dimainkan, beberapa hits pun dihadirkan seperti Breed, Interstate Love Song, Plush, A Live, I Want IT All, Rape Me serta beberapa hits lainnya. Tak lupa Edwin memperkenalkan sebuah hits terbaru hasil garapan bersama, Melawan Rotasi.

Hampir 16 lagu dipersembahkan bagi para penikmat musik, rasa puas benar-benar tampak bagi para penonton di malam tersebut, tak hentinya hits-hits tersebut dinyanyikan, tanpa ada yang memberikan komando. Kehadiran hits-hits tersebut benar-benar mendapatkan aplaus meriah,sebuah konspirasi yang terbaik diberikan dengan aliran yang berbeda-beda.

Sedangkan Edwin Cokelat yang ditemui KapanLagi.com usai manggung menyatakan rasa kekagumannya. "Apa yang kami lakukan benar-benar luar biasa, seluruhnya hits milik dari musisi senior baik Nirvana, Pearl Jam  yang dibawakan masih tetap melekat hingga kini. Dan apa yang kami bawakan diterima karena bagaimanapun ini yang pertama kali konspirasi para musisi yang pertama digelar hanya di kota Medan," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Yuki Pas Band yang tidak menyangka mendapat sambutan luar biasa. "Penontonnya benar-benar luar biasa di era musik yang saat ini ala kadarnya. Apa yang kami bawakan benar-benar diterima. Ini jelas sesuatu yang luar biasa, seluruhnya benar-benar masih mengingat akan kejayaan Nirvana dan musisi lainnya," paparnya.

Sedangkan, Fery Sumbayak dari Anak Medan Production selaku event organizer mengatakan bahwa event kolaborasi musisi papas atas tersebut seluruhnya untuk melepas dahaga penikmat khas alternative rock dan mengingat kembali akan kenangan.

"Satu hal untuk Seattle Sound merupakan istilah genre atau aliran musik alternative rock yang sukses berat pada tahun awal 1990-an. Dan untuk membangkitkan akan kenangan terhadap band-band besar seperti Pearl Jam ataupun Nirvana serta berbagai band lainnya maka beberapa musisi Indonesia ini langsung dilakukan konspirasi musik untuk membangkitkan akan kenangan kembali. Dan ini yang pertama di Indonesia khususnya kota Medan," katanya.