Laleilmanino, Chicco Jerikho, HIVI!, dan Sheila Dara Aisha, Suarakan Kepedulian Lingkungan Lewat Lagu DENGAR ALAM BERNYANYI

Editor Kapanlagi.com  |  Senin, 07 November 2022 18:00
Laleilmanino, Chicco Jerikho, HIVI!, dan Sheila Dara Aisha, Suarakan Kepedulian Lingkungan Lewat Lagu DENGAR ALAM BERNYANYI
HIVI! (Credit: instagram.com/sayhivi/)

Kapanlagi.com - Lagu DENGAR ALAM BERNYANYI merupakan kolaborasi Laleilmanino, Chicco Jerikho, HIVI!, dan Sheila Dara Aisha. Lagu ini sebagai bentuk menyuarakan kepedulian yang dilakukan terhadap perubahan alam yang terjadi. Yuk simak liriknya di sini…

Sebuah persembahan dari kami.
Semoga pesan dari lagu ini bisa tersampaikan dengan baik dan membuat kita semakin peduli terhadap Bumi tercinta
Yuk kita kembali “melihat” bumi dan berkolaborasi bersama untuk menjaga hutan demi mencegah dampak perubahan iklim yang semakin parah

Bila kau ada waktu
Lihat aku di sini
Indah lukisan Tuhan
Merintih ingin kau kembali
Beri cintamu lagi

Bila kaujaga aku
Kujaga kau kembali
Berhentilah mengeluh
Ingat, kau yang pegang kendali

Kau yang mampu obati
Sudikah kau kembali?
Pandanglah indahnya biru yang menjingga
Simpanlah gawaimu, hirup dunia
Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada
Dengar alam bernyanyi
(Ah, ha, ha)

Bila kau lelah dengan panasnya hari
Jagalah kami agar sejukmu kembali

Bersatulah, hajar selimut polusi
Ingatlah, hai, wahai kau manusia (wahai kau manusia)
Tuhan menitipkan aku
Ho, di genggam tanganmu (di genggam tanganmu)

Pandanglah indahnya biru yang menjingga
Simpanlah gawaimu, hirup dunia
Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada
Dengar alam bernyanyi

Dengarkanlah
Bisik mesra
Alam bernyanyi
Bawa canda dan riang tawa
Untuk dunia, oh

Gunakan telinga, hati
Cobalah dengar nyanyian kami, oh-oh-ho
Bayangkanlah hidupmu
Bila tak ada kami

Pandanglah indahnya biru yang menjingga
Simpanlah gawaimu, hirup dunia (dunia)
Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada (dengarlah alammu bernada)
Dengar alam bernyanyi

Indahnya biru yang menjingga
Simpanlah gawaimu, hirup dunia (dunia)
Sambutlah mesranya bisik angin yang bernada (alam pun bernada)
(Alam pun bernada)
Dengar alam bernyanyi (jangan tunggu lagi, Kawan)
Jangan kau tunggu nanti (jangan tunggu lagi)

Dengar alam bernyanyi
Dengarkanlah
Dengar alam bernyanyi (dengar alam bernyanyi)
Oh, dengar kami bernyanyi