Konser Ngabuburit, Toleransi Dewa Budjana
Kapanlagi.com - Terhitung sudah lima kali Ramadhan, grup band Gigi menggelar tur Konser Ngabuburit yang disponsori sebuah perusahaan rokok ternama. Tur yang digelar selama bulan puasa ini akan digelar di 13 kota di Jawa Barat, termasuk kota Majalaya, kota yang belum pernah disinggahi Gigi.
"Di tahun kelima ini ada kota baru yang belum pernah didatangi, yaitu Majalaya kota kelahiran Thomas," terang Armand Maulana yang didampingi personel lain di Pos Entertainment Manajemen Gigi belum lama ini.
Meski berlangsung setiap tahun, Gigi mengaku tidak bosan untuk terus menggelar Konser Ngabuburit. Selama masyarakat bisa menerima penampilan Gigi, akan menggelar event tahunan ini. Apalagi Gigi dalam setiap tahun juga terus memberikan warna baru, merilis album-album baru, bahkan memberi aksi baru di panggung.
Sekali pun personel Gigi juga menjalani, Konser Ngabuburit namun dipastikan, tidak akan mempengaruhi aksi panggung Gigi.
Advertisement
"Berat sih pasti berat, tapi kita semua menganggap mengerjakan pekerjaan dengan niat tulus dan tanggung jawab. Karena orang nggak mau tahu kalau ada anggota Gigi yang sakit, yang penting kita tampil bagus," terang Armand.
Sementara gitaris Gigi, Dewa Budjana, yang berstatus non-muslim, tetap konsisten untuk terus mendukung Konser Ngabuburit ini secara penuh. Justru dengan mengikuti konser religi ini, bagi pria berkumis tipis ini sebagai bentuk toleransi beragama yang dapat ditunjukkan pada masyarakat.
"Saya dengan ikut main di sini dan terlibat pembuatan album itu sebuah toleransi. Saya terima kasih dilibatkan dalam pembuatan album dan konser ini. Kita semua saling tahu satu sama lain," pungkas pria asal Bali ini.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/ang/dar)
Advertisement
