Kisah Inspiratif Anak Penjara Berkarya Lewat Lagu

The Salemba Band @foto :KapanLagi.com®/Teddy Kurniawan

Kapanlagi.com - Berawal dari aktivitas sejumlah warga binaan di Rutan Salemba bermain gitar saat waktu senggang di sebuah blok Rutan Salemba, seorang petugas keamanan bernama Sutedi justru membiarkannya. Malah kemudian, ia pun mengusulkan kepada Kepala Rutan untuk memfasilitasi warga binaan dengan alat-alat musik dan sound system.

"Meski dengan peralatan ala kadarnya, tapi saya minta mereka (warga binaan) untuk terus berlatih mengasah kemampuannya. Setelah itu saya melakukan audisi dan terpilihlah formasi The Salemba band," ujar Sutedi saat ditemui di Rutan Salemba, Jumat (23/5).

Formasi The Salemba band kemudian terbentuk yakni Ongen (vocal), Radietya fajry (Vocal & keyboard), Moses (keyboard), Aris (Guitar), Ray (drum), Alden lucas (guitar), Bardi (drum), dan Kiki (bass). Sebelumnya, ada beberapa personel The Salemba Band yang telah menghirup udara kebebasan seperti Alden (guitar), Aris (melodi), Moses (keyboard), Ongen (vocal), sedangkan Deni (perkusi) telah dipindahkan ke LP Nusa Kambangan.

KapanLagi.com®/Teddy KurniawanKapanLagi.com®/Teddy Kurniawan

Satu mini album sudah diluncurkan tahun lalu dan mendapatkan respons yang baik dari sejumlah kalangan. Dengan genre musik reggae, The Salemba Band laris manis diundang di sejumlah acara musik stasiun televisi.

"Tahun ini, kami akan meluncurkan singel saat Ramadan. Insya Allah meledak," ujar Sutedi, manager The Salemba Band yang juga merupakan petugas keamanan di Rutan Salemba penuh keyakinan.

Sutedi juga menjelaskan, adanya aktivitas bermusik di Rutan Salemba memberikan warna tersendiri bagi para warga binaan.

"Selain bisa menghibur, kami juga ingin menunjukkan, jika warga binaan mampu untuk berprestasi dan memberikan kontribusi di dunia musik," ujarnya berapi-api.

KapanLagi.com®/Teddy KurniawanKapanLagi.com®/Teddy Kurniawan

"Kami juga ingin menunjukkan kepada masyarakat, bahwa kreativitas warga binaan tidak ikut terpenjara dan terbatas dinding tahanan. Ini adalah kegiatan positif," imbuhnya.

Beragam kesulitan memang menghantui The Salemba Band di awal kemunculannya, seperti alat-alat musik yang jauh di bawah standar serta tidak adanya produser rekaman yang mendanai aktivitas tersebut.

Semua bukanlah halangan untuk The Salemba Band terus berkreasi dan memperkenalkan musik mereka kepada masyarakat. Dukungan media, diungkapkan Sutedi, cukup membantu musik-musik The Salemba Band bisa tersebar ke masyarakat. Sementara distribusi lagu, menurut Sutedi, masih dari kalangan terbatas.

"Kami enggak akan menyerah dan akan menunjukkan kemampuan kami," tuturnya.

Tahun 2014 ini, The Salemba Band juga sudah menelurkan mini album baru dengan lagu andalan Ketika Musim Itu Berganti. Lagu 'wajib' Rutan Salemba yang berjudul Di Keong Lagi juga masuk dalam mini album tersebut.


(kpl/ate/adb)

Rekomendasi

Trending