Kikan Cokelat Nangis Nyanyi Album Nasional
Kapanlagi.com - Menyambut peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-61, grup band Cokelat ikut ambil bagian. Band yang telah sepuluh tahun berkarir di kancah musik tanah air itu baru saja menelurkan album bertajuk UNTUKMU INDONESIAKU. Album bertema patriotisme tersebut, tutur Edwin, sang gitaris, merupakan persembahan dari anak-anak Cokelat bagi bangsa Indonesia.
"Kami membuat album ini untuk memberi sesuatu bagi Indonesia. Tentunya sesuai dengan kemampuan kami sebagai pemusik," ujarnya pada acara launching album tersebut di Mal Kelapa Gading, Jakarta.
Ada 10 lagu dalam album tersebut. Delapan lagu di antaranya merupakan hasil daur ulang dari lagu wajib nasional dan lagu bertema perjuangan, seperti Satu Nusa Satu Bangsa, Tanah Air, Kebyar Kebyar, Syukur, Bangun Pemudi Pemuda, Bendera, Halo-Halo Bandung, dan Hari Merdeka.
Sementara itu, sisanya merupakan lagu terbaru dari Cokelat, yakni Cinta Damai dan Ikrar Kami. Semuanya diracik dalam ramuan pop modern dan dibumbui sweet rock ala Cokelat.
Advertisement
Pengerjaan album Untukmu Indonesiaku itu memakan waktu sekitar tiga bulan di tengah promo tur album Best of The Best Cokelat "Tak Pernah Padam". Selama penggarapan, Cokelat juga menyempatkan diri melakukan riset singkat tentang lagu-lagu perjuangan di tengah masyarakat. Hasilnya, Cokelat menemukan, tak banyak lagu-lagu perjuangan yang dikenal anak muda sekarang. "Ini yang membuat kami sedih dan semakin tergerak untuk mengerjakan album ini," ujar Ronny, pemegang bas.
Demi mendapatkan feel yang pas dalam penggarapan album itu, Cokelat hijrah ke Pulau Bali. Selama empat hari pada akhir Mei 2006, mereka berkutat di studio dan merekam lagu-lagu tersebut.
Mengapa Pulau Dewata yang dipilih? "Pulau Bali identik dengan wisata Indonesia. Pulau ini adalah identitas Indonesia di mata dunia. Kami mencoba menangkap emosi tersebut dari turis-turis yang datang ke sana. Kami juga ingin mengangkat Bali kembali setelah beberapa kali pulau itu diguncang bencana," jawab Ronny.
Ada satu hal yang menarik saat proses rekaman. Sang vokalis, Kikan, mengaku meneteskan air mata ketika proses rekaman lagu berjudul Tanah Air. "Sedih banget waktu nyanyiin lagu itu. Dalam banget liriknya," jelas istri basis grup band Dewa 19 itu.
Tak hanya proses rekaman, pemotretan gambar-gambar untuk album tersebut juga dilakukan di Bali. Personel Cokelat berbaris rapi dengan pakaian dinas pengibar bendera di bibir pantai.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kl/fia)
Advertisement
