Kangen, Jadi Alasan The Groove Untuk Kembali Berkumpul Setelah Vakum 5 Tahun

Natanael Sepaya  |  Senin, 27 November 2017 15:22
Kangen, Jadi Alasan The Groove Untuk Kembali Berkumpul Setelah Vakum 5 Tahun
The Groove © KapanLagi.com/Matias Purwanto

Kapanlagi.com - Setelah vakum selama hampir 5 tahun, akhirnya The Groove kembali berkumpul dan menggebrak industri musik Tanah Air lagi. Menariknya, Rejos yang menjabat posisi perkusi dalam band mengungkapkan apa saja yang dilakukan personel The Groove selama 5 tahun masa vakum mereka.

"(Selama) 5 tahun macem-macem, ada yang kerja kantoran, ada yang full di musik. Rata-rata sih memang full di musik, tapi mungkin kayak saya aktif di Glenn Fredly, di Maliq and D Essentials gitu, Reza juga tampil solo, pernah kerja di label juga. Rika solo juga. Tapi itu, ya once kita ada waktu vakum lima tahun, ternyata baru kita disadarkan bahwa rumah kita tuh tetap di The Groove. Jadi once kita kumpul, eh, main sama orang lain kayaknya ada sesuatu yang kurang. Kita bisa dipake oleh orang lain pun karena kita ada di The Groove gitu. Energi itu kita kumpulin bareng sampai akhirnya bisa kumpul lagi," aku Rejos, saat ditemui di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/11/2017).

Reza The Groove kemudian mengungkapkan kalau rasa kangen, jadi salah satu alasan paling kuat untuk mereka kembali bermusik bersama-sama. Selain itu, semangat untuk kembali melanjutkan napas band yang dimulai dari nol pun jadi hal lain yang semakin menguatkan para personel The Groove untuk berkumpul lagi.

Kangen, jadi alasan para personel The Groove untuk kembali berkumpul bersama © KapanLagi.com/Matias PurwantoKangen, jadi alasan para personel The Groove untuk kembali berkumpul bersama © KapanLagi.com/Matias Purwanto

"Paling kangen buat saya sih mungkin beda karena The Groove itu kan band-band yang istilahnya kita dari awal memang bener-bener nol, bener dari susah, susah gitu ya. Suksesnya kita bareng, jaman keemasannya kita alamin bareng-bareng, susah yang bener-bener susah kita ngalamin bareng-bareng. Itu up and down gitu. Ya mungkin itu yang bikin kangen-kangen. Gak enaknya, enaknya, suksesnya. Kemudian, wah, sudah ancur-ancuran. Jadi mungkin karena senasib yang ngangenin ya," jelas Reza.

Sedangkan bagi Rejos, rasa kangen untuk mengulang kembali masa-masa bersama setiap personel band jadi hal kuat yang mendorongnya untuk menghidupi lagi napas The Groove di industri musik Tanah Air. Juga selama berada dalam masa vakum, Rejos mengaku kalau mereka merasa tak bisa apa-apa selain bermusik bersama lagi.

"Beda sih kalo udah keluarga itu kan, kebayang sih kalo gak ketemu salah satu membernya, pasti kan kangen tuh. Kangen tuh gak cuman kangen waktu seneng-senengnya. Kangen itu misalnya, kan Rika paling cerewet ya, kadang-kadang pengen cerewetin Rika juga karena memang itu sih yang membuat kita jadi hidup sih sebetulnya," jelas Rejos.

"Pembelajaran. Memang semua teman-teman itu punya kualitas masing-masing, terutama itu. Sebetulnya mereka semua itu bisa jadi hebat di musik tanpa The Groove, sebetulnya. Tapi memang (nggak bisa) dipungkiri The Groove ini memang adalah rumah yang membesarkan kita dalam satu naungan jadi keluarga, yang The Groove sendiri itu juga melebihi nama personal masing-masing, yang istilah mudah-mudahan diakuin sama masyarakat luas, dan itu setiap kita ketemu orang yang ditanya The Groove-nya itu ya. Mau gimana pun, bakal balik di The Groove lagi, karena memang The Groove rumah kita," tambah Reza.

Sudah Baca Yang Ini?