CLOSE

JGTC 2026 Tawarkan Konsep Baru, Dari Kampus ke Tengah Kota

JGTC 2026 Tawarkan Konsep Baru, Dari Kampus ke Tengah Kota
JGTC 2026 © JGTC

Kapanlagi.com - Festival musik jazz tahunan, Jazz Goes To Campus (JGTC), kembali digelar pada tahun 2026 dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ajang yang telah menjadi ikon perhelatan musik jazz di Indonesia ini kini hadir dengan format baru bertajuk "The City Series". Perubahan ini menjadi langkah strategis untuk menjangkau audiens yang lebih luas di luar lingkungan kampus.

Jika biasanya diselenggarakan di Universitas Indonesia, tahun ini JGTC akan berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Pergelaran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 dan diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi para penikmat musik jazz Tanah Air.

Penggagas awal JGTC, Candra Darusman, menjelaskan bahwa perpindahan lokasi ini bukan berarti meninggalkan identitas awal festival tersebut. Justru, langkah ini diambil sebagai upaya memperluas jangkauan sekaligus memperkenalkan jazz ke ruang yang lebih urban dan inklusif.

1. Jangkau Berbagai Lapisan Masyarakat

Menurut Candra, konsep baru ini memungkinkan JGTC tetap berjalan di kampus sekaligus hadir di tengah kota. Dengan demikian, festival ini dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih beragam tanpa kehilangan akar sejarahnya sebagai festival musik mahasiswa.

"Di satu pihak, JGTC yang di kampus tetap berjalan. Tapi di lain pihak, kita juga membuat seri-seri kegiatan di kota, khususnya di Taman Ismail Marzuki," kata Candra dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Selain perubahan lokasi, JGTC 2026 juga akan menghadirkan eksplorasi musikal yang lebih kaya. Festival ini akan mengangkat berbagai subgenre jazz, mulai dari swing, jazz-pop, jazz-rock, hingga fusion, yang menjadi ciri khas fleksibilitas musik jazz sebagai sebuah genre.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Sentuhan Lokal

JGTC 2026 © JGTC

Tak hanya itu, sentuhan lokal juga akan menjadi daya tarik utama tahun ini. JGTC menghadirkan konsep ethnic-jazz yang menggabungkan musik jazz dengan unsur budaya Betawi, memberikan warna baru yang unik sekaligus memperkaya khazanah musik Indonesia.

"Di dalam seri ini akan disuguhkan berbagai ranting jazz. Karena jazz itu boleh dikatakan genus, spesiesnya banyak, ada swing, jazz-pop, jazz-rock, fusion, sampai ethic-jazz," ungkap Candra.

"Untuk ethic-jazz nanti, kita akan mengangkat musik Betawi dengan jazz," tambah Candra.

3. Erwin Gutawa hingga Tohpati

Dari sisi penampil, JGTC 2026 akan diramaikan oleh sejumlah musisi ternama seperti Erwin Gutawa, Tohpati, Ari Renaldi, Adra Karim, Bandung Jazz Orchestra, serta kolaborasi Alonzo & Rose Maryjane. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang berkualitas sekaligus memikat berbagai generasi penonton.

Selain suguhan musik, JGTC juga menghadirkan sesi dialog lintas generasi yang melibatkan sejumlah tokoh seperti Rano Karno, Chico Hindarto, Sri Hanuraga, dan Agus Basuni. Diskusi ini mengangkat tema perjalanan menuju 50 tahun JGTC serta harapan ke depan, sehingga memberikan perspektif reflektif bagi penonton sebelum menikmati pertunjukan musik.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

Rekomendasi

Trending