Jadi Mentor, Widi Maliq and D Essentials Cari Insan Kreatif di Tanah Air

Senin, 25 Maret 2019 16:30  | 

Maliq and D Essentials



Go Ahead Challenge © KapanLagi/Fikri Alfi Rosyadi

Kapanlagi.com - Go Ahead Challenge (GAC) kembali hadir mengajak para insan kreatif Tanah Air agar dapat bebas berekspresi dan berani unjuk karya. Kompetisi yang sudah berjalan selama lima tahun ini kembali mencari anak-anak muda kreatif Indonesia dari bidang musik, film, fotografi, dan visual art.

Widi Puradiredja drummer Maliq and D Essentials yang ditunjuk sebagai kurator maupun mentor di Go Ahead Challenge menyebut jika ajang ini digelar untuk anak-anak Indonesia yang mempunyai kreatifitas. Nantinya, para peserta Go Ahead Challenge bakal diberikan pelajaran dari beberapa mentor yang terlibat agar mereka bisa mengembangkan bakatnya sendiri.

"Saya bisa mengatakan bahwa kompetisi ini dapat menjadi sebuah 'pintu ke mana saja' bagi mereka yang ingin menekuni bidang seni kreatif. Apalagi mereka yang selama ini diragukan atau bahkan meragukan diri mereka sendiri untuk bisa berani berkarya," ujar Widi di bilangan SCBD, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (25/3).

1. Rekaman di Abbey Road

Dalam perjalanannya selama ini, Go Ahead Challenge telah terbukti menelurkan beberapa talenta-talenta baru yang dapat memberikan warna serta semangat bagi industri seni kreatif tanah air. Mulai dari Wake Up Iris!, Semiotika, Raditya Bramantya (bramskky), hingga Dylan Amirio (Logiclost).

Selain itu, satu bukti teranyar dari spirit empowerment yang ada pada Go Ahead Challenge adalah cerita Gabriela Fernandez selaku pemenang pada edisi sebelumnya yang baru saja mendapatkan Aspirational Reward. Ia bahkan sempat menyaksikan langsung proses rekaman dari Maliq and D Essentials di studio musik legendaris Abbey Road.

"Ada banyak yang bisa saya catat di jurnal pribadi saya. Mengikuti perjalanan band sebesar Maliq and D Essentials di studio legendaris sekelas Abbey Road Studio dalam pembuatan album terbarunya, dan mengenal karya-karya seni legendaris dan kontemporer dunia bersama Kendra Ahimsa (Ardneks), tentu menjadi pengalaman yang tidak bisa saya lupakan," kata Gabriela.

2. Pembelajaran Penting

Selama di London, Gabriela mendapatkan beberapa pengalaman yang dijadikan sebuah pembelajaran penting yang dapat memperkaya diri dan sebagai bekal dalam memasuki industri kreatif yang sesungguhnya.

"Kemarin ada Gabriel. Kebetulan Maliq ada rekaman di Abbey Road Studio dan belajar bersama. Maliq juga lagi belajar, ada masalah baru gimana cara mensolusikannya. Jadi ada satu hal yang gua tekankan kepada anak-anak bahwa sikap profesional penting banget di dunia kreatif," tutup Widi.
(kpl/far/gtr)