Riwayat Lokananta

Harapan Yang Sirna, Lokananta Nasibmu Kini
Harapan Yang Sirna, Lokananta Nasibmu Kini

Kapanlagi.com - Oleh: Fajar Adhityo


Rencana Lokananta akan menjadi museum musik nampaknya sirna. Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merasa pengelola Lokananta tidak serius dalam menanggapi tawarannya.


Menurut penuturan Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud, Kacung Marijan, bahwa pihaknya telah mengalokasikan dana untuk mengubah Lokananta sebagai museum. Namun dia kecewa dengan tidak adanya tanggapan dari pihak pengelola yang dinilai kurang serius.


Rencanaya, Kemendikbud ingin mengambil alih Lokananta dari Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Menurutnya keberadaan Lokananta di PNRI sangatlah keliru dan tidak nyambung. Hal ini yang membuat Lokananta tak bisa dijalankan secara maksimal.


Namun pihak Lokananta memiliki jawaban lain soal polemik ini. Menurut Kepalan Perum PNRI Cabang Solo Lokananta, Pendi Heryadi seperti dikutip dari Solo Pos, mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memberikan keputusan secara langsung. Dia menjelaskan bahwa permintaan Kemendikbud harus disetujui oleh PNRI pusat, dan keberatan dianggap menampik alasan tak serius menggarap ide museum musik.


"Sebenarnya bukan tak serius. Tapi saat balasan surat dari Kemendikbud tiba di Lokananta, saat itu tengah terjadi pergantian Direksi PNRI. Direksi yang baru enggan mengambil keputusan sebelum tahu segala sesuatunya tentang Lokananta maupun PNRI secara umum," terangnya.


Dengan adanya polemik ini, harapan Lokananta seakan tergantung. Tak bisa dibayangkan jika ribuan koleksi rekaman di dalamnya kelak bakal rusak karena dibiarkan tak terurus. Namun tak bisa dipungkiri birokrasi memang tak semudah membalikkan telapak tangan, selalu ribet dan bertele-tele seperti biasanya.


Hanya bisa berharap keberadaan Lokananta kelak dipertahankan kelak entah dari sumbangsih komunitas ataupun individu yang memang peduli dengan sejarah bangsa. Mungkin suatu saat studio pertama di Indonesia ini kelak bisa beroperasi seperti dulu lagi dan dijadikan acuan untuk rekaman para musisi di Indonesia. Toh ngapin harus jauh-jauh ke Abbey Road kalau kita punya mixer dan alat yang setara dengan di sana.


Kepedulian kita terhadap sejarah masih dipertanyakan di sini. Benarkah kita cinta kepada Indonesia? Relakah kita membiarkan warisan sejarah termasuk pidato kenegaraan Soekarno rusak?


(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/faj)

Rekomendasi
Trending