Hadirkan Single ke-13 Berjudul 'Kudu Lali', Apri Damai Cerita Soal Cinta Beda Agama

Kamis, 19 Januari 2023 10:14


Apri Damai Cerita Soal Cinta Beda Agama (Credit: Istimewa)


Kapanlagi.com - Pada 13 Januari 2023 Apri Damai kembali merilis single-nya yang bertajuk Kudu Lali. Tanggal 13 sesuai dengan jumlah lagu (single ke-13) yang telah dipublikasikannya melalui berbagai platform musik dan youtube.

Kesederhanaan aransemen dan video klip sengaja disajikan dalam karya ke-13 ini. Sebuah gagasan 'kreatif tanpa tapi' sebagai konsep karya terbarunya. Konsep dan ide yang kuat akan mengalahkan segala keterbatasan alat maupun sumber daya lainnya.

Instrumen lagu ini hanya dengan gitar bolong, diramu dengan digital instrument DAW (Digital Audio Workstation). Take vocal dilakukan di kamar, video direkam dengan ponsel di sebuah bengkel Las di Bantul, semuanya milik kawan.

Konsep video klip tak kalah sederhana, Apri Damai berperan sebagai pegawai bengkel las, dengan stye khas, lusuh, bersenandung sembari bekerja, sesekali menari dan galau layaknya Fajar Sadboy, yang sedang viral. Idenya sangat kreatif, fresh, dan out of box.

Selain menjadi musisi, Apri Damai berprofesi sebagai dosen di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Saat ini pun dirinya sedang menempuh studi S3 Bahasa Indonesia di UNS Solo dengan beasiswa LPDP. Baginya berkarya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi lebih pada keteladanan bagi mahasiswa. Dunia saat ini membutuhkan manusia kreatif dan multitasking.

1. Bukan Penghalang

Sebagai pendidik, dirinya menyadari keteladanan di zaman ini akan lebih bermakna dibanding nasihat. Generasi muda kekinian tak mempan nasihat, contoh yang konkret lebih merasuk di kepala.

Apri Damai ingin menunjukkan bahwa keterbatasan waktu, biaya, dan alat bukan faktor penghalang untuk berkarya. Kemauan, kreativitas, dan kerja keras lebih utama dibanding yang lainnya.

Dosen gondrong dan gaul ini mengajak generasi muda untuk berani berkarya tanpa takut-takut, tanpa tapi-tapi.

Kudu Lali berkisah tentang sepasang kekasih beda agama. Perbedaan yang sangat sering dialami anak muda, pun perbedaan yang sangat pelik, sulit ditemukan solusi kecuali berpisah adalah jalan yang terbaik.

Walaupun demikian, Apri Damai menyajikan gugatannya pada lirik pados dalan pundi ora ketemu, bedo manembah Gusti ingkang siji, jenengmu sih ning ati (mencari berbagai jalan/cara tidak ketemu solusi, kita berbeda cara ibadah walaupun Tuhan hanya satu, namamu masih tetap di hati).

Masalah beda agama memang pelik, solusi sulit didapat, kenyataanya rasa cinta itu manusiawi, tak ada yang salah dalam cinta. Dalam video klip, ditunjukkan pula jurang pemisahnya adalah perbedaan ekonomi, walaupun tak eksplisit.

2. Kegalauan Masyarakat Kelas Bawah

Gambar video menjukkan ironi kegalauan masyarakat kelas bawah, seorang tukang Las juga bisa patah hati, kuli juga punya hati, kuli juga resah karena cinta. Pengalaman Apri Damai dalam dunia teater sejak SMA memberikan referensi pengadeganan yang kaya pada video klip kali ini.

Lirik ditulis seperti khas lagu-lagu Apri Damai sebelumnya, menggunakan campuran bahasa Jawa kromo dan ngoko. Apri Damai ingin mewariskan kosakata Jawa yang tak populer, jarang digunakan, jangan sampai kata-kata itu punah.

Kata-kata itu seperti anila yang artinya angin, mawa swara artinya membawa suara, untapke artinya menghantar, dan lain sebaginya. Judul lagu Apri Damai lainnya pun menunjukkan kekhasan bahasa yang jarang didengar bahkan oleh orang Jawa sekalipun, misalnya lagu Murang Inilang, Udan Wulangun, Karep Kromo, Lir Pepadhang, Bujang Maligai, Gung, dan Lakuku.

Semua lagu menghadirkan lirik penuh makna dengan dibalut bahasa Jawa Kawi (Bahasa Pedalangan) dicampur bahasa Jawa Ngoko agar tetap dipahami konteksnya.

Kesemua lagunya dapat dinikmati di platform musik digital dan di channel Youtube Apri Damai. Lagu terbarunya Kudu Lali diciptakan oleh Apri Damai sendiri bersama dengan isian instrument gitar akustik. Aransemen musik dibantu sahabatnya Zispandio Ismail atau biasa disapa Mas Jipan.

 

3. Dekat dengan Anak Muda

Vokal dan gitar direkam di kamar kos mantan mahasiswanya, Bayuga. Video direkam oleh Thomas yang juga merupakan mantan mahasiswa. Editing video oleh Apri Damai. Mahasiswa dan mantan mahasiswa masih sangat karib dengan Apri Damai.

Bermusik, berambut gondrong, menulis buku, dan mengajar dengan asik menjadikan Apri Damai sosok yang bersahaja, dekat dengan anak muda, kreatif, diterima sebagai panutan bagi mahasiswa. Musik adalah salah satu cara Apri Damai masuk lebih dekat ke mahasiswa.

Menyapa mahasiswa dengan tidak menggurui, mengajak mahasiswa kreatif dengan konkret tidak hanya ujaran. Misinya adalah mengajak para pendidik dan orang tua harus gaul, kekinian, masuk dan memahami mereka, beranjak menyapa dengan karya, sudah tidak zamannya konservatif alias kolot. Salam kreatif dan produktif.

(kpl/pur/tdr)