Gift Band Teruskan Perjuangan AKA dan SAS

 |  Jumat, 18 Desember 2009 20:45
Gift Band Teruskan Perjuangan AKA dan SAS
Gift Band

Kapanlagi.com - Gift Band ditemui di Restoran Boka Buka di Jl. Cipete Raya, Jakarta Selatan, Rabu (15/12). Saat pembuatan video klip untuk single kedua yang berjudul Cemburu sebelumnya mereka sudah membuat single pertama yang berjudul Dipelukmu.

Album Gift yang berisi 9 lagu rencananya akan dirilis tahun depan. Gift diawaki oleh Fahrul (vokal, gitar), Fariz (drum), Fahim (bass). Mereka merupakan saudara kandung dan juga anak dari Sych Abidin personil grup rock legendaris AKA dan SAS.

"Ini album pertama tapi memang kita belum ngeluarin album baru single pertama aja. Sekarang kita lagi bikin klip untuk single ke dua kita yang berjudul Cemburu," kata Fahim kepada KapanLagi.com.

Kekuatan ikatan persaudaraan di antara mereka membuat mereka lebih mudah dalam mengkombinasikan nada-nada. Genre musik apa sih yang dipilih mereka?

"Sebenarnya kita berangkat dari aliran musik yang berbeda-beda. Pas di tahun 2005 kita uda capek, lelah bawain lagu orang terus. Akhirnya kita coba menggabungkan aliran musik kita di Gift ini. Kalau kita ditanya benang merah aliran musik kita gak jelas juga, karena ada musik yang lucu-lucuan kita tidak berusaha untuk mengkotak-kotakan yang pasti jatuhnya komersil," papar Fariz.

Fahrul menambahkan bahwa mereka banyak belajar dari grup-grup besar, seperti The Beatles, Koes Plus, bahkan band ayah mereka sendiri, AKA mereka tidak pernah mematok band rock atau pop. Mereka memainkan semua jenis musik. Mereka ingin menerapkan semangat ayah mereka di zaman sekarang.

"Yang paling mendasar itu perjuangan yang sangat besar, itu yang sangat memperngaruhi. Kalau untuk musikalitas iya juga. Kita sangat mengagumi mereka, tapi untuk menjadi seperti mereka di zaman sekarang ini susah," sambung Fahrul.

"Tapi dari semua itu yang paling utama beban, karena ayah saya tercatat di museum record Indonesia sebagai band rock (AKA dan SAS) pertama di Indonesia. Dan karena di antara personil-personil yang lain seperti Oom Arthur Kaunang anaknya gak ada yang main musik, jadi satu-satunya harapan di kita."

"Om Ucok almarhum juga sama kita sudah seperti ayah sendiri, bahkan dia sempat bilang generasi penerusnya AKA, ya kita. Kita nyesel banget Om Ucok gak bisa denger album kita rilis," pungkasnya. (kpl/hen/bun)

Lihat Arsip Musik

- - -