Francis Karel Luncurkan 'Low', Ajak Penikmat Musik Lebih Terbuka dengan Perasaan

Kamis, 29 Agustus 2019 16:21


Francis Karel Official

Kapanlagi.com - Francis Karel merilis single baru berjudul Low yang menjadi single ke-6 miliknya. Sebelumnya ia merilis  Left Unsaid (2017), Social Lie (feat. Jevin Julian) (2017) ,
Bout You (with Goldtime) (2017), Little Boy (2018), dan I Could (2019). 
Lewat singlenya ini, ia berbicara tentang perasaan ditempatkan di titik terendah dan menyedihkan. 

"Lagu ini menggambarkan sebuah skenario ketika kita merasa rendah diri. Dan waktu saya menulisnya, saya jelas merasa seperti ini,” ujar Karel. Di karya terbaru ini, Karel berkolaborasi dengan Damien Magand – seorang produser Perancis yang dia temui saat di Los Angeles (L.A). Damien menghubungi Karel pertama kali untuk memintanya menulis lirik dari beberapa musik yang sedang dia kerjakan. Merasa terkoneksi dengan musiknya, Karel memutuskan untuk berkolaborasi dengan Damien lebih jauh.

Awalnya Karel dan Demian tidak berencana membuat Low, karena mereka sedang mengerjakan banyak lagu dengan harapan mencapai sebuah titik. Di hari pembuatan lirik, mereka memulai sekitar jam 9 pagi dan pada jam 11 malam, mereka
merasa tidak ada kemajuan yang berarti. Mereka memulai lagi semuanya dari awal. Dan 13 jam kemudian, lahirlah single ini. 

“Di setiap lagu yang saya tulis, yang tersulit adalah orisinalitas. Sekarang ini, semua orang telah membicarakan banyak hal, dan ada begitu banyak lagu di sepanjang tahun sehingga tidak mungkin untuk tidak dibandingkan dengan artis / lagu lain.
Saya tidak berharap orang berpikir bahwa Low adalah sesuatu yang baru yang saya bawa ke industri, tetapi proses dan makna lagu tersebut benar-benar lahir dari tempat/ kondisi nyata”, lanjut Karel.


1. Proses Kreatif di Balik Video Klip

Lalu, berbicara tentang Video Musik-nya. Karel memiliki obsesi BESAR terhadap menari selama beberapa tahun terakhir, tapi dia tegaskan, dia tidak akan menari; semata-mata karena malu :p Untungnya, saat di L.A, Damien bukanlah satu-satunya orang yang dia ajak kolaborasi.

Beberapa penari menghubungi Karel untuk menanyakan apakah ada lagu yang bisa mereka gunakan untuk tarian rutin
mereka. Dari situ, Karel bertemu dengan seorang sinematografer -Jucel – yang kemudian diperkenalkan ke penari-penari
tadi, Ysa dan Dustin. Karel mengajak Jucel di proyek ini dan mengambil bagian untuk membuat konsep visual dimana Ysa dan Dustin menciptakan koreografinya.

“Kolaborasinya terasa sangat natural, dan melihat bagaimana masing-masing orang berinvestasi mengambil peran di proyek ini, adalah perasaan yang luar biasa”, lanjut Karel. Oh well, hilang sudah kesempatan kita untuk melihat Karel menari. 

Fakta menarik! Ini masih antara kita saja ya, Karel sudah menyiapkan juga lagu-lagu bernuansa pop/ funk, yang siap dia rilis dalam jangka waktu dekat. Tapi untuk saat ini, kita harus benar-benar mendengarkan dan merasakan Low ini terlebih dulu. Ingin berbagi cerita melalui musiknya, Karel menutup “Sejujurnya, melalui 'Low', saya hanya ingin orang-orang bisa berbicara terbuka tentang perasaan mereka. Kita itu hidup di masyarakat dimana kita merasa perlu menyembunyikan kekurangan kita semata-mata demi menyesuaikan diri; seharusnya tidak demikian. Dunia, kadang, bisa terasa seperti menghakimi kita. Tapi, jangan sampai hal tersebut mendefinisikan siapa kita. Saya berharap bahwa musik, kolaborasi, dan suasana-nya bisa membawa para penikmat musik di dalam sebuah roller coaster emosi," pungkasnya. 
(kpl/dka)