[Eksklusif] Ikut Berpolitik, The Used Tak Gentar Sama Sekali!

[Eksklusif] Ikut Berpolitik, The Used Tak Gentar Sama Sekali! The Used ©facebook.com

Kapanlagi.com - Sejak kemunculan The UsedĀ pertama kali pada tahun 2001, band ini identik dengan lirik-lirik cinta dan keputusasaan yang puitis. Tak heran band ini sampai harus menerima label band emo dari publik dan media.


Nah, di album mereka yang baru, Bert Mcracken, Jeph Howard, Dan Whitesides, dan Quinn AllmanĀ tidak hanya melakukan transisi masalah sounds saja, tapi juga tema lirik. Dengan mengusung IMAGINARY ENEMY, The UsedĀ memberikan suntikkan nilai politis dalam lagu-lagu mereka.


"IMAGINARY ENEMY, jauh lebih dalam dari sekedar konten socio-politik," ungkap JephĀ menegaskan album barunya.


The Used - IMAGINARY ENEMY ©facebookThe Used - IMAGINARY ENEMY ©facebook


Saat KapanLagi.com® secara eksklusif mewawancarai Jeph, bassist dari The Used lewat email. Ia menuturkan jika sama sekali tak gentar untuk memunculkan isu politik di albumnya, begitu pun tak takut ditinggalkan basis masa yang sudah lengket dengan lagu-lagu The Used di kala patah hati.


"Tidak ada yang bisa terwujud jika hanya dibekali rasa takut. Ketakutan adalah musuh yang nyata," ujar JephĀ kepada KapanLagi.comĀ®


Ia bahkan menambahkan jika dengan pendekatan album baru ini para fans kini bisa lebih sadar dengan masalah-masalah yang ada di sekitar.


"Para fans tetap mencintai kami dan mereka kini tersadar dengan kenyataan dunia yang ditinggalinya, seperti sebagian besar dari kita," tutup Jeph.


Ā 


(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/trn)

Rekomendasi
Trending