Eclat Story Jelaskan Bentuk Cinta Lewat Album Perdana

Rabu, 31 Maret 2021 11:14


Eclat Story (credit: Kapanlagi.com/Mathias Purwanto)

Kapanlagi.com - Band Eclat Story akhirnya merilis full album perdana mereka bertajuk Bentuk Cinta. Bekerja sama dengan perusahaan rekaman Jagonya Musik dan Sport Indonesia (JMSI), CD album perdana Eclat Story disebar di gerai KFC seluruh Indonesia.

Steve Lillywhite yang merupakan CEO JMSI menjadi sosok penting lahirnya album Bentuk Cinta. Ia yang akhirnya meyakini bahwa sudah saatnya Eclat Story menghadirkan satu album setelah suksesnya single Bentuk Cinta.

1. Pemilihan Nama Album

Bentuk Cinta pun akhirnya dipilih menjadi nama dari album perdana Eclat Story. Pasalnya, dalam album yang berisikan 10 lagu tersebut, band yang digawangi Yeshua Abraham (vokal), Louis Xander (gitar) dan Yosua Gunawan (produser musik) ini menceritakan soal cinta dengan segala problemnya.

"Benang merahnya adalah kalau bentuk cinta itu macem-macem, mau gimana pun namanya cinta akan terasa. Kenapa nama album kamu bentuk cinta karema semuanya tentang cinta, ada tahapan hubungan, ada cinta ketiga, dan lain-lain," kata Louis.

2. Dibalut Musik Ceria

Namun, dari 10 lagu cinta dalam album ini semuanya dibalut dengan musik yang ceria. Hal ini pun sempat dikatakan Steve Lillywhite dan menyebutnya sebagai album yang cocok didengarkan pagi hari. Ketiga personil Eclat Story pun mengamini apa yang dikatakan Steve.

"Di album ini tuh nggak ada lagu sedih, jadi cocok buat morning song banget. Jadi ya di pandemi ini kan buat apa sedih-sedih terus, jadi emang lagunya ceria ya," timpal Yosua Gunawan.

Dalam album ini, Eclat Story juga mengajak dua musisi wanita untuk berkolaborasi. Dalam lagu Cinta Segitiga, Eclat Story berkolaborasi dengan Misellia. Sedangkan untuk lagu Luluh berkolaborasi dengan Kezia Amelia yang tak lain adalah istri dari Yosua.

3. Berawal dari Cover Lagu

Seperti diketahui, band yang dibentuk tahun 2015 ini awalnya dikenal karena kemampuan mereka mengcover lagu dari banyak pernyanyi terkenal. Namun, seiring berjalannya waktu, bongkar pasang personil, dan pendewasaan mereka dalam bermusik menjadikan Eclat Story kini fokus menjadi band profesional yang ingin dikenal dengan karya-karya mereka sendiri.

"Fokus utamanya sekarang ya bagaimana berkarya dan menghasilkan lagu sendiri," tegas Yeshua.

4. Produktif di Masa Pandemi

Pandemi terbukti tak jadi penghalang bagi seseorang untuk bisa tetap produktif melahirkan karya. Namun yang jelas, protokol kesehatan harus diterapkan secara disiplin. Mulai dari rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan orang. #IngatPesanIbu!

(kpl/pur/lou)