Dikta Rilis EP 'Unapologetic', Curahkan Kerinduan untuk Mendiang Ayah Lewat Lagu

Dikta Rilis EP 'Unapologetic', Curahkan Kerinduan untuk Mendiang Ayah Lewat Lagu
Dikta © instagram.com/dikta

Kapanlagi.com - Musisi Pradikta Wicaksono, atau yang lebih dikenal dengan nama Dikta, resmi merilis karya terbaru berupa Extended Play (EP) bertajuk Unapologetic pada Jumat, 15 Mei 2026. Peluncuran mini album ini menandai kembalinya Dikta setelah sempat vakum dari rilisan besar dan hanya merilis satu single sepanjang tahun lalu.

Proyek musik ini menjadi titik eksplorasi baru yang dianggap jauh lebih personal dan berani dalam perjalanan kariernya. Dalam proses pembuatannya, Dikta mengaku memberikan seluruh kemampuan dan energinya secara maksimal demi menghasilkan karya yang jujur bagi para pendengar.

"Gua happy dengan EP yang baru ini. Gua bener-bener ngasih 100% yang ada di gua untuk EP ini," ujar Dikta saat ditemui di Kawasan Blok M Jakarta Selatan, Rabu (13/05/2026).

1. Perlihatkan Sisi Lain Dikta

Nama Unapologetic dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai representasi dari kondisi Dikta saat mengerjakan EP tersebut. Seluruh proses kreatif dilakukan secara sadar dan penuh keyakinan tanpa ada rasa penyesalan, sehingga judul tersebut dianggap paling tepat untuk menggambarkan keseluruhan energi dalam album ini.

Berisi total enam lagu, EP ini memperlihatkan sisi musikalitas Dikta yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Selain mengeksplorasi warna musik baru, terdapat satu lagu yang sangat emosional karena didedikasikan khusus untuk mendiang ayahnya sebagai ungkapan rasa rindu yang mendalam.

"Ini lagu kangen aja sama bokap. Pengen ngasih tahu, 'Pak, udah oke nih semua. Adik gua, Salsa udah nikah nih, udah jalan-jalan mulu sekarang’ Semua maksudnya sudah oke," katanya.

2. Merasa Tenang

Dikta © instagram.com/dikta

Melalui lagu tersebut, Dikta ingin membayangkan bahwa sang ayah kini sudah merasa tenang melihat kondisi anak-anaknya. Ia ingin menyampaikan bahwa kekhawatiran yang dulu dirasakan sang ayah kini sudah tidak ada lagi karena semua anggota keluarganya sudah berada dalam kondisi baik.

"Gua mau bayangin bokap gua tuh udah happy. 'Pa, kita udah happy nih anak-anak Papah, udah bener semua nih.' Gua sih belum bener nih, tapi maksudnya at least yang Papah takutin dulu tuh nggak ada," kata Dikta.

Sebenarnya, Dikta mengaku jarang membuat lagu sedih yang menunjukkan kerapuhan dirinya di depan publik. Selama ini, ia lebih memilih untuk menyimpan kesedihan seorang diri dan hanya memperlihatkan sisi bahagianya saja kepada orang lain.

3. Penghormatan Terakhir

"Gua kayaknya nggak pernah bikin lagu sedih yang berasa sendiri gitu. Awalnya kayak, 'Ah, nyesel deh gua bikin ini,' karena buat apa sih? Gua nggak suka kesedihan itu diumbar. Sedihnya gua buat gua aja, lu lihat ketawa-tawanya gua aja,” ungkap Dikta.

Namun, keinginan untuk memberikan penghormatan terakhir lewat musik mengalahkan egonya, meski proses rekaman lagu tersebut berjalan sangat mengharukan hingga ia berkali-kali meneteskan air mata.

"Proses rekamannya setengah mati. Per kalimat nangis, per kalimat nangis. Pas rekaman dia (pengarah vokal) bilang, 'Kan gua harusnya nggak nangis,' tapi ternyata berasa banget," pungkasnya.

4.

Mengapa Dikta memilih judul Unapologetic untuk EP terbarunya?
Judul Unapologetic dipilih Dikta untuk merepresentasikan kondisi saat mengerjakan EP tersebut, di mana seluruh proses kreatif dilakukan secara sadar dan penuh keyakinan tanpa penyesalan.

Berapa jumlah lagu dalam EP Unapologetic milik Dikta?
Extended Play (EP) Unapologetic milik Dikta berisi total enam lagu yang menampilkan sisi musikalitas barunya.

Rekomendasi

Trending