Digadang-Gadang Punya Vokal Mirip Michael Buble, Penyanyi Baru Ini Rilis 'Tetap Setia'

Minggu, 23 Februari 2020 20:35  | 

Ageng Kiwi



Pebrio A Ryan / Credit: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Satu lagi penyanyi pendatang baru yang hadir meramaikan persaingan industri musik Tanah Air. Sosok itu bernama Pebrio A. Ryan yang berada di bawah label AK Production. Bakat besar dari Pebrio awalnya ditemukan oleh musisi kenamaan, Ageng Kiwi.

Penyanyi bersuara emas ini pun merilis single perdananya yang bertajuk Tetap Setia. Ageng Kiwi percaya jika kehadiran Pebrio akan sangat memberikan dampak positif untuk industri musik Tanah Air.

"Mohon dukungan teman-teman wartawan untuk mendukung gagasan kolektif ini. Kehadiran Pebrio A. Ryan bukan semata-mata karya personal, melainkan karya kolektif bagi kemajuan industri musik Indonesia yang kurang menentu seperti saat ini," ujar Ageng Kiwi saat ditemui di acara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-10 Rumah Singgah Bunda Lenny Humaniora Foundation, Bekasi, Sabtu (22/02).

 

1. 'Tetap Setia' Sesuai dengan Warna Suara Pebrio

Di tempat yang sama, Pebrio menjelaskan jika tidak mudah baginya untuk mendapatkan lagu yang sesuai dengan karakter suaranya. Namun lagu Tetap Setia yang diaransemen oleh Echal Gumilang dan juga AK Pro Team ini disebutnya berbeda.

"Saya tidak memerlukan instrumen lain untuk mendapatkan feel lagu ini. Saya merasa menemukan warna musik yang sudah sesuai dengan karakter vokal saya. Musiknya juga easy listening," ujar penyanyi yang pernah menjadi Juara Bintang Radio Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, tahun 2011 itu.

2. Musik di Mata Pebrio

Selama ini, Pebrio cenderung membawakan lagu-lagu pop bernuansa jazz. Warna suara dan gaya bernyanyinya digadang-gadang mirip penyanyi dan aktor kenamaan asal Kanada, Michael Buble. Menurutnya, untuk jadi seorang penyanyi sukses tak cukup dengan karya yang baik dan juga usaha keras.

"Harus ditunjang karakter vokal yang membuat kita berbeda dengan penyanyi lainnya," sambung Pebrio.

"Musik itu teman. Bahagia dimulai dari bernyanyi. Musik membantu mereka yang sulit menggambarkan perasaan atau meluapkan emosi,” ungkap lajang kelahiran Berau Kalimantan Timur, 15 April 1992 ini.

(kpl/gtr)