Cecil Yang, Dari Cover Rich Brian hingga Kolaborasi dengan Dipha Barus
Cecil Yang - Credit: Istimewa
Kapanlagi.com - Nama Cecil Yang mulai mencuri perhatian lewat sebuah cover lagu di internet. Membawakan Dat $tick milik Rich Brian, Cecil kemudian menjadikan momen tersebut sebagai langkah awal untuk membangun perjalanan musiknya sendiri.
Seiring waktu, Cecil tidak hanya dikenal sebagai performer yang membawakan karya orang lain. Ia mulai menciptakan musik original dan merilis sejumlah single, termasuk Rum Pum Pum. Dari karya-karya tersebut, Cecil perlahan menemukan karakter sekaligus identitasnya sebagai rapper dan artist.
Ketertarikannya terhadap hip-hop sendiri sudah muncul sejak 2019 hingga 2020. Bagi Cecil, musik menjadi ruang untuk menyalurkan berbagai energi sekaligus menuangkannya ke dalam tulisan dan lirik.
Advertisement
"Hip hop itu saya kenal sejak 2019, 2020. Saat saya menulis lagu, banyak energi yang tersalurkan. Di hiphop, banyak lirik yang membuat energi saya lebih terfokus dan padat," ujar Cecil dalam wawancara beberapa waktu lal
1. Bergabung Dengan Label Jadi Babak Baru
Perjalanan Cecil kemudian memasuki babak baru setelah dirinya bergabung dengan Sony Music. Ia merilis single debut profesional berjudul Djakarta yang dikerjakan bersama Diskoria dan Laleilmanino.
Kolaborasi tersebut mempertemukan karakter hip-hop Cecil dengan warna musik Diskoria dan Laleilmanino. Djakarta sekaligus menunjukkan bahwa eksplorasi musik Cecil tidak terbatas pada satu genre atau lingkungan tertentu.
Setelah Djakarta, Cecil kembali mengeksplorasi sisi lain dirinya lewat karya seperti 321 dan Call It Love. Melalui lagu-lagu tersebut, ia mulai memperlihatkan pendekatan yang lebih luas, baik dari sisi mood, melodi, style maupun storytelling.
(Andre Taulany resmi menikah dengan Amanda Rigby, akadnya intimate)
2. Eksplorasi Ruang Kreatif di Luar Musik
Eksplorasi Cecil kemudian merambah ke berbagai ruang kreatif di luar musik. Salah satunya melalui kolaborasi bersama ASICS. Dalam campaign tersebut, musik Cecil diterjemahkan ke dalam pengalaman visual dan lifestyle hingga ASICS memproduksi video musik untuk Call It Love.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana karya Cecil dapat bertemu dengan dunia fashion, visual dan kultur sneakers. Namun, eksplorasinya tidak berhenti di sana.
Cecil kemudian mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Somethinc. Dalam campaign tersebut, ia dipertemukan dengan Janita Gabriela dan produser musik elektronik Dipha Barus. Kolaborasi itu kemudian diwujudkan melalui single khusus sekaligus video musik.
3. Terus Berkembang
Bagi Cecil, keterlibatan dalam berbagai proyek kreatif menjadi bagian dari prosesnya untuk berkembang sebagai seorang artist. Meski memasuki dunia beauty dan lifestyle, musik tetap menjadi titik tengah dari berbagai eksplorasi yang ia lakukan.
"Jadi rapper perempuan itu nggak gampang tapi nggak susah. Ada feeling, 'masa gua gak bisa sih, masa cowok doang'. Karena passion dari kecil jadi ngejalaninnya nggak sesusah yang dibayangkan. Didukung kru juga jadi perasaannya lebih relaks aja," jelasnya.
(kpl/far/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ungkap Pernah Dibully Usai Pingsan di Panggung
-
Aktivitas Seleb Potret Ega Noviantika & Rafly Nostalgia di Dangdut Academy 8
-
Fashion Selebriti Indonesia Potret Tasya, Valen, April DA Kompak Bertiga, Penampilannya Curi Perhatian
-
Kisah Inspiratif Diva Dangdut Academy 8 Pernah Tidur di Peti Keyboard
