Bukan Cuma Florence Sihombing, Kill The DJ Juga 'Hina' Yogyakarta
Kill The DJ ©Killtheblog
Kapanlagi.com - Para pengguna sosial media, terutama masyarakat Jogjakarta langsung bereaksi ketika Florence Sihombing lontarkan umpatan untuk kota istimewa tersebut. Namun, bukan hanya Florence saja yang 'hina' keadaan Jogja, tetapi Kill The DJÂ juga.
Bedanya, Kill The DJÂ menjadikan kontroversi Florence ini untuk melemparkan kritik. Menurutnya, Jogjakarta semakin hari semakin semrawut dan masyarakat harus bisa berkaca dengan kemarahan Florence sebagai sebuah kritik.
kalo kotanya juga sudah tak humanis, pemerintahannya gak tanggap, nanti yang "istimewa" dari jogja tinggal lagunya :p — Marzuki Mohamad (@killthedj) August 28, 2014
Berharap jadi perhatian, Kill The DJ juga meminta untuk di-bully seperti Florence. Ini seperti ajakan rapper bernama Marzuki Mohammad tersebut untuk berdialog dan berdiskusi. Baginya, pemerintah Jogja memang harus dapat 'tamparan'.
menurutku, orang-orang yang mencintai jogja harusnya juga tidak menutup diri akan kritik atas kekurangan atau kebusukan jogja — Marzuki Mohamad (@killthedj) August 28, 2014
saya pindah ke klaten, mbangun desa tanah kelahiran saya karena jogja memang istimewa "bangsat"-nya ! *silahkan membully kalo berani — Marzuki Mohamad (@killthedj) August 28, 2014
Florence, mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada ini jadi sorotan setelah geram karena tak dilayani saat membeli BBM di SPBU Lempuyangan. Di sana ia nekat masuk ke antrean mobil demi BBM jenis Pertamax karena panjangnya antrean untuk motor.Setelah menuai beragam kecaman, Florence pun segera melakukan permintaan maaf. Tak hanya kepada masyarakat Jogja, ia juga meminta maaf kepada pihak Universitas Gajah Mada.
Advertisement
Sudah baca?
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(kpl/trn)
Advertisement