Soundrenaline Sana Sini Jakarta Hadirkan 7.000 Penonton di Blok M

Soundrenaline Sana Sini Jakarta Hadirkan 7.000 Penonton di Blok M
source: Soundrenaline

Kapanlagi.com - Soundrenaline Sana Sini Jakarta menghadirkan format festival yang merangkul ruang kota di Blok M District, Jakarta. Selama dua hari penyelenggaraan pada 18-19 Juli 2026, gelaran ini sukses mengundang ribuan pengunjung dan menyebarkan energi festival ke berbagai titik aktivitas publik.

"Terasa lebih homey. Kayak gigs kecil, raw-nya dapat, nuansa band-nya juga terasa. Penontonnya jadi lebih dekat, lebih intim," ujar Danilla.

Mengusung konsep district takeover, Soundrenaline tahun ini tidak berpusat pada satu panggung besar. Aktivitas musik, seni, dan interaksi komunitas dihidupkan di beberapa lokasi sekaligus, membuat pengalaman penonton terasa lebih dekat, inklusif, dan terhubung dengan keseharian kota.

1. Format District Takeover di Blok M Tarik 7.000 Orang

source: Soundrenaline

Selama dua hari, sebanyak 7.000 audiens hadir dan menyemarakkan berbagai titik acara di Blok M District. Arus penonton tersebar sehingga suasana festival mengalir dari satu ruang ke ruang lain, mengikuti karakter kawasan yang dinamis.

Penyelenggara memfokuskan pengalaman yang menyatu dengan lingkungan urban. Musik menjadi pemantik, sementara ruang kota menjadi latar yang memperkaya interaksi antara penampil dan pengunjung.

Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat terhadap format festival yang tidak terpusat di satu titik. Dengan pendekatan yang lebih dekat ke keseharian kota, pengunjung memperoleh cara menikmati festival yang berbeda dari gelaran panggung tunggal.

2. Line-up 48 Penampil, dari Internasional hingga Lintas Generasi

Total 48 performer dari berbagai genre dan generasi tampil di Soundrenaline Sana Sini Jakarta, termasuk deretan musisi internasional. Keberagaman ini memberi spektrum pertunjukan yang luas sepanjang dua hari.

Hari pertama diisi oleh Tahiti 80, Last Dinosaurs, Elephant Kind, Reality Club, dan The Panturas. Nama-nama tersebut merangkai suasana dari nuansa indie hingga energi rock yang lebih tegas.

Pada hari kedua, penonton disuguhkan DIIV, The Beths, The Adams, Danilla, Sal Priadi, hingga The SIGIT. Rangkaian ini menutup festival dengan lanskap musik yang tetap variatif, dari indie, rock, sampai pop alternatif.

3. Lima Titik Acara, Interaksi Lebih Dekat

Festival ini mengaktifkan lima venue di kawasan Blok M District: Taman Kota Peruri, Ina Hall Peruri, M Bloc Livehouse, COMA Jakarta, dan Melting Pop. Masing-masing lokasi menawarkan karakter berbeda sesuai konteks ruangnya.

Pengunjung menikmati panggung outdoor berskala besar sekaligus pertunjukan intim yang menempatkan musisi dan audiens dalam jarak yang lebih dekat. Perpindahan antar venue membuka kemungkinan pengalaman yang berlapis bagi penonton.

Konsep yang tersebar ini mendapat respons positif dari para penampil. Nuansa yang lebih personal dan hangat terasa di banyak sesi, selaras dengan semangat menyatu dengan ruang kota yang menjadi ciri Soundrenaline tahun ini.

Dengan respons publik yang tinggi, Soundrenaline Sana Sini Jakarta menjadi pembuka yang solid untuk rangkaian Soundrenaline 2026. Format yang segar menjadi landasan untuk menghadirkan pengalaman serupa di kota-kota lain.

Gelaran ini tidak berhenti pada hiburan semata, melainkan juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi bagi musisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Interaksi lintas elemen menjadi salah satu kekuatan dari pendekatan berbasis distrik.

Ke depan, rangkaian Soundrenaline Sana Sini akan berlanjut ke berbagai kota di Indonesia, membawa semangat yang sama ke lebih banyak audiens dan memperluas jangkauan pengalaman festival yang dekat dengan keseharian urban.

(kpl/jje)

Rekomendasi

Trending