Berawal Dari Band Cafe, Inilah Kisah Perjalanan Java Jive

Girindra Permana Cahya  |  Sabtu, 31 Oktober 2015 16:22
Berawal Dari Band Cafe, Inilah Kisah Perjalanan Java Jive
Java Jive © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Java Jive merupakan salah satu dari band yang meledak di tahun 90-an sampai milennia awal. Terhitung 22 tahun eksis di industri hiburan dan kini KapanLagi.com® mempunyai kesempatan untuk bernostalgia bersama para personel Java Jive tentang awal terbentuknya grup band Bandung ini.

Diawali dari menjadi band cafe, progress dari Java Jive lambat laun terus meningkat. Sampai akhirnya mereka dapat menembus major label di tahun 1994 dan membuat rilisan fisik pertamanya yang berjudul JAVA JIVE 1.

"Dulu kita di Bandung cuma main dari kafe ke kafe, nah setelah itu kita harus main ibaratnya naik level, dari kafe ke kafe terus main di Bandung, kita pengen naik lagi terus main di Jakarta. Dan setelah itu kita di tahun 1994 rekaman, sampai sekarang," tutur Danny saat kunjungi Kantor KapanLagi.com® bersama Java Jive, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

Sampai saat ini Java Jive telah menelurkan sebanyak 8 album. Karya-karya tersebut menjadi pembuktian atas kerja keras mereka.

Danny Java Jive © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoDanny Java Jive © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

"Di perjalanan kita memang sangat dimudahkan Allah, untuk mewujudkan cita-cita kita. Untuk bisa mewujudkan cita-cita kita ya hasilnya kita udah bisa bikin delapan album. Dan dari band, kita bisa menguntungkan kehidupan sehari-hari dari band, itu semua harus kita syukuri," tambah Danny.

Ketika melihat wajah-wajah dari para personelnya, KapanLagi.com® cukup terkesan. Tak ada pergantian formasi dalam band yang mempopulerkan lagu Kau Yang Terindah ini. Rasa penasaran bagaimana cara mempertahankan pertemanan mereka pun terbayarkan dengan kata-kata duo vokalis Java Jive, Danny & Fathur berikut.

"Kita juga nggak tau caranya seperti apa. Karena yang paling besar bagi kita itu adalah toleransi, secara alamiah ketergantungan sama Java Jive sangat besar, kalo secara brand produk itu  udah melekat. Seperti ada panggilan buat Java Jive. Kita juga nggak ngelarang buat temen-temen yang lain ada kesibukan lain. Kayak Toni, dia bandnya banyak, tapi dia komit dengan Java Jive, entah kenapa. Semua jalan dengan alami," ceritanya.

"Kita band yang sangat menghargai proses. Dari kita bukan sesuatu menjadi sesuatu, saling keterikatan banget. Aku juga pernah buat project solo, terus ada yang bilang ini Fathur Java Jive, ya udah, emang asal gua dari sini (Java Jive). Dan untungnya di saat-saat kritis itu kita udah sikapi juga, kebetulan waktu itu kita break mungkin ada yang kawin atau solo karir, nanti ujung-ujungnya balik lagi ke Java Jive," tambah Fathur.

Fathur Java Jive © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoFathur Java Jive © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Awet bukan berarti terjauh dari segala salah paham ataupun pertengkaran antar personel. Hal tersebut dikatakan adalah sesuatu yang sangat wajar dirasakan oleh setiap band. Terutama ketika kondisi mereka saat jenuh.

"Pasti ada, ada beberapa faktor yang setiap band merasakan, yaitu kejenuhan. Waktu itu kita pas setelah tur di tahun 1999 itu, udah begitu jenuhnya dengan rutinitas yang sama, pasti ada lah gesekannya. Tapi itu udah kita lewatin, emang udah jalan kita," aku Fathur.

Java Jive sendiri baru saja mengeluarkan sebuah karya terbaru mereka berjudul Keliru. Lagu tersebut pernah dipopulerkan oleh salah satu anggota dari 3 Diva, Ruth Sahanaya.

"Iya, kita juga kemaren tiga hari yang lalu (Senin 25/10), baru rilis single baru judulnya Keliru, itu ciptaan personel kita sendiri Capung dan Fathur yang dinyanyiin Ruth Sahanaya," terang Danny.

(kpl/far/otx)

Simak Lifestyle Populer Lainnya
Cukup lama vakum dari ramainya industri musik, Java Jive akhirnya kembali lagi dengan membawa satu sajian baru berupa lagu 'remake' milik Ruth Sahanaya.
8 FOTO

Lihat Arsip Musik

- - -