#BeAHero: Siapa Pahlawan Musik, Kita Atau Para Musisi?

Natanael Sepaya  |  Rabu, 30 November 2016 09:22
#BeAHero: Siapa Pahlawan Musik, Kita Atau Para Musisi?
#BeAHero © Istimewa

Kapanlagi.com - Pembajakan, support your local music, beli rilisan asli, adalah berbagai slogan yang sebenarnya cukup klise untuk dibicarakan hari ini.

Jauh sebelum penetrasi digital kian marak, sebenarnya pembajakan atas sebuah karya musik sudah sangat lumrah terjadi. Bahkan bagi sebagian pelakunya, ini menjadi peluang untuk menggantungkan hidup mereka. Siapa yang dirugikan? Tentu saja para musisi dan sederet pihak yang seharusnya menerima untung atas penjualan karya musik tersebut.

Desakan agar Pemerintah ikut memutus 'parasit' di industri musik pun sempat menjadi wacana yang kemudian menguap begitu saja. Seruan dan teriakan para musisi pun terus terdengar agar kita, konsumen musik, mengapresiasi karya mereka.

Tentu saja tidak semua musisi ini gila hormat sehingga setiap karya yang dilahirkannya harus berbuah dalam bentuk materi. Hanya saja kita yang berstatus sebagai konsumen juga tentu sadar, ada sebagian seniman musik yang memang menggantungkan hidup dari karyanya. Begitu juga dengan para pelaku pembajakan yang kerap menjadi 'parasit' industri musik.

Ketika maju sebagai anggota DPR, Anang Hermansyah pernah memiliki keinginan besar untuk memutus rantai pembajakan di industri musik Indonesia © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoKetika maju sebagai anggota DPR, Anang Hermansyah pernah memiliki keinginan besar untuk memutus rantai pembajakan di industri musik Indonesia © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Beruntung, ada sebagian orang-orang yang sadar betapa sulitnya menciptakan sebuah ide, khususnya dalam karya musik, sehingga memutuskan untuk membeli rilisan orisinil dari musisi idolanya. Ada juga yang sadar kalau membeli bajakan hanya akan mengurangi kepuasan batin akan kebutuhan musik mereka.

Ketika sampai di titik pemikiran, 'selalu membeli rilisan yang original', saya rasa kita yang berada di level penikmat musik sudah bisa disebut sebagai seorang pahlawan bagi para seniman nada. Ya, memang sikap itu membuat kantong mereka kaya, tapi para musisi ini sendiri juga sudah lebih dulu menjadi pahlawan bagi kita.

Seperti ketika mendengarkan musik pop, selalu ada harapan akan sesuatu yang indah dalam setiap lagunya. Musik pop mengingatkan kita akan sebuah harapan dan mimpi yang indah. Atau punk misalnya, selalu mengajarkan kita untuk tetap bersemangat dan tidak melulu mengeluh dengan keadaan yang ada. Begitu juga dengan warna-warna musik lainnya. Setiap karya mereka selalu memberi inspirasi, mengingatkan, dan semangat bagi kita setiap harinya.

Radja, ketika ditunjuk sebagai perwakilan para musisi untuk melawan pembajakan © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoRadja, ketika ditunjuk sebagai perwakilan para musisi untuk melawan pembajakan © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Saat kita, yang berada di level penikmat ataupun konsumen musik, mulai melakukan pembajakan, tentu saja kita sudah menjadi penjajah hak para pelakunya. Begitu juga dengan para musisi serta semua pihak yang ada di belakangnya. Saat mereka terus merilis berbagai karya tanpa inovasi dan dukungan kualitas materi lagu, para pelaku musik ini juga sudah memaksa banyak konsumen untuk terus mendengarkan sesuatu, yang bisa jadi, tidak ingin mereka dengar.

Jangan heran juga kalau akhirnya para penikmat ini memilih karya bajakan dan mencari referensi musik luar negeri dibanding negaranya sendiri.

Sebenarnya pembajakan sendiri tidak sepenuhnya buruk, karena jalur ini juga bisa menjadi alternatif bagi para pelaku musik untuk mempromosikan diri dan karyanya secara gratis. Selain itu, banyaknya pihak yang masih bergerilya melakukan penggandaan karya original pun masih sulit untuk disentuh secara keseluruhan.

Tapi, apakah kita para konsumen musik adalah penikmat dengan mental gratisan dan pelit terhadap diri sendiri? Lalu, bagaimana dengan para pelaku musik, masihkah mereka bisa disebut pahlawan dengan karya yang stagnan dan tanpa inovasi maupun dukungan kualitas? Semoga saja tidak.

Baca Yang Ini Juga!

Joe Taslim & Iko Uwais, Duet 'Superhero' Kebanggaan Indonesia

Jangankan #BeAHero, Menirukan Pose Mereka Saja Susah Minta Ampun

4 Musisi Indonesia Yang Membuat Musik Pop Saat Ini Tidak Murahan

Rekam Jejak Rhoma Irama: Keren-nya Sang Raja Dangdut

Salman Khan, Robinhood di Dunia Nyata Untuk Kaum Miskin India